Sabtu, 01 Agustus 2026 WIB

Ini Argumen Rocky Gerung Untuk Sindir dan Skakmat Pelapornya Terkait Kitab Suci Fiksi

- Kamis, 07 Februari 2019 01:12 WIB
601 view
Ini Argumen Rocky Gerung Untuk Sindir dan Skakmat Pelapornya Terkait Kitab Suci Fiksi
Rocky Gerung memiliki cara dan argumen sendiri untuk menyindir sekaligus menyekak mati pelapornya terkait ucapan kitab suci fiksi.

Rocky Gerung mengeluarkan argumen itu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) terbaru pada 5 Februari 2019.

Pelapor Rocky Gerung adalah Jack Boyd Lapian yang juga diberi kesempatan bicara dalam acara ILC terbaru tersebut.

Rocky Gerung memulai penjelasannya dengan menerangkan sebuah gambar besar di panggung ILC.

Gambar besar itu memperlihatkan Buni Yani dan Ahmad Dhani dengan sosok siluet di tengahnya.

"Itu saya mau balik pada gambar dibelakang sana. Rupanya siluet. insinuasinya itu siapa pihak ketiga," ucap Rocky Gerung sebagaimana dikutip Wartakota.

"Sekarag saya bikin simulasinya supaya saya punya peralatan untuk bertengkar hari ini," kata Rocky Gerung.

"Jika ILC adalah forum anti pemerintah, maka siluet itu adalah Karni Ilyas," kata Rocky Gerung.

"Di dalam logika, itu namanya hubungan antara anteseden dan konsekuen," ucap Rocky Gerung.

"Kalo anda mau batalkan dalil saya, buktikan bahwa Karni Ilyas tidak layak untuk dilaporkan," kata Rocky Gerung.

"Bukan membatalkan antiseden saya, karena itu hak saya untuk membuat premis semacam itu," tambah Rocky Gerung.

"Bila Karni Ilyas anti pemerintah, bila ILC anti pemerintah, maka orang ketiga di tengah itu, siluet, adalah Karni Ilyas. Thats logic," ujar Rocky Gerung.

"Jadi kalo orang marah karena kalimat saya, itu artinya dia tidak mampu untuk berpikir konseptual," jelas Rocky Gerung

"Dan doni tadi benar, kan doni mau bilang begini, di dalam kasus yang melibatkan kerumitan pikiran, diperlukan abstraksi. Maka yang tidak cukup berpengetahuan, jangan jadi pelapor," ujar Rocky Gerung.

Mendengar kalimat itu, Jack Boyd Lapian, pelapor Rocky Gerung terkait kasus kitab suci fiksi terlihat tersenyum kecil mendengar kalimat Rocky Gerung.

"Loh itu doni (Narasumber di ILC) sendiri yang bilang, saya hanya teruskan logicnya," ujar Rocky Gerung.

"Saya cuman mau materialisasikan cara berpikir doni, kan itu kan. Kalau begitu dimana ini diuji, di tempatnya Doni, di Fakultas Ilmu Budaya. Di jurusan filsafat, di lantai 3, gedung A, tempat saya ngajar metodologi, pada saat itu Doni adalah asisten saya," beber Rocky Gerung.

Berikutnya Rocky Gerung menerangkan soal bahwa ucapan fiksi itu adalah sesuatu yang bagus.

"Bahkan ada pulitzer 2018, yang menang karya fiksi dikasih hadiah. ada 2 ya. Yang pertama adalah judulnya less, yang kedua idiots, yang menang adalah less. karena narasinya lebih bagus, logicnya lebih bagus," kata Rocky Gerung.

"Padahal kalau anda baca idiot, itu juga ada logika disitu, ada trauma kemanusiaan disitu tapi ada perjuangan," tambah Rocky Gerung.

"Jadi fiksi itu baik, dipertandingkan, dikasih hadiah fiksi kok. Jadi kita ada di dalam kekacauan, karena kita digoda untuk mencari delik. Itu soalnya tuh. Berupaya untuk kalau bisa dalam 2 detik saudara Rocky Gerung deliknya 3 kali itu," ucap pria yang gemar mendaki gunung itu.

"Nah itu kehangatan berwarganegara itu hilang. Jadi saya nguping tadi di twitter ujaran dari Fahri Hamzah. Memang jalan tol itu tidak mempersatukan, justru membelah keakraban warga negara," ucap Rocky Gerung.

Pembahasan Rocky Gerung soal jalan tol ini dipotong oleh Jack Boyd Lapian.

Jack Boyd Lapian menganggap hal itu tak nyambung dengan pembahasan mengenai kitab suci fiksi.

Berikutnya Rocky Gerung menyebut bahwa jika hendak melapor, sebaiknya membaca lebih dulu literatur dimana orang hidup dengan ketegangan, tapi hanya dalam rangka satire.

"Kalau ditanya neraka itu apa, kalau saya jawab neraka itu tambang batu bara karena panas, imajinasi saya itu. Orang 1000 tahun di belakang ngga tahu apa itu batu bara, makanya imajinasinya lain," ucap Rocky Gerung.

"Kalau saya tanya sama milenial 10 tahun ke depan ketika batubara habis, dia nggak bisa imajinasi tentang batubara. Neraka itu korslet listrik. Dia berhak berimajinasi," jelas Rocky Gerung.

"Kalau ada yang bilang neraka itu semacam gorong-gorong. Yah itu buruk, tapi biasa saja bagi mereka yang suka selfie di gorong-gorong," tambah Rocky Gerung.

"Jadi kita dibiasakan untuk pakai satire untuk menggambarkan keadaan," ujar Rocky Gerung.

"Jadi kalau kita mau belajar sedikit ilmu fisika, kita mau berimajinasi kapan katastrofi yang disebut kiamat itu tiba. jadi kalau kita bicara alam semesta berkembang. Maka saya bayangkan kalau surga itu adalah akhir dari alam semesta. bisa dihitun nggak, bisa secara matematik," ucap Rocky Gerung.

Tapi Rocky menambahkan hal itu tak bisa dihitung dengan peralatan hari ini.

Bocorkan Jawabannya ke Polisi

Setelah itu barulah Rocky Gerung membocorkan apa yang ia jawab ketika polisi memeriksanya terkait kasus kitab suci fiksi.

"Jadi ngapain, kemarin saya sama haris, menjawab pertanyaan polisi, saya jawab konsep-konsepnya. Nah polisi harus cari tesaurus atau ensiklopedia lengkap, karena terangkan itu sebagai ukuran-ukuran akademis," terang Rocky Gerung.

"Maka saya terangkan itu, saya buka logicnya tuh. Saya sebetulnya agak jengkel, karena kita berupaya bikin literasi makin bagus, karena tugas presiden adalah mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Rocky Gerung.

"Kalian menutup literasi itu, mengahalangi orang berabstraksi, menghalangi orang berimajinasi. Membatalkan fungsi fiksi. Nanti anak-anak ngga boleh baca fiksi lagi tuh," ucap Rocky Gerung.

"Jadi kekonyolan itu terjadi karena kekurang pengetahuan," ucap Rocky Gerung mengakhiri.

Di kolom komentar postingan akun youtube Indonesia Lawyers Club berjudul 'Cerdas! Rocky Gerung Klarifikasi & Jelaskan "Fiksi" ILC 5 Februari 2018', tampak banyak beberapa komentar negatif terhadap Jack Boyd Lapian.

Penyelidikan Polisi

Penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan analisis terhadap klarifikasi Rocky Gerung soal ucapannya "kitab suci fiksi".

Ucapan itu dikatakan Rocky di acara Indonesian Lawyers Club (ILC)tvOne bertajuk 'Jokowi Prabowo Berbalas Pantun', Selasa (10/4/2018) malam. Namun dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian dan Arya Permadi alias Abu Janda, karena dianggap menistakan agama.

Selain itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan penyidik juga sedang mendalami semua keterangan saksi lain.

"Tentunya untuk kasus pak Rocky Gerung nanti dari penyidik akan melihat namanya klarifikasi kan tidak hanya yang bersangkutan, tapi klarifikasi juga kepada saksi yang lain. Pelapor sudah kita mintai klarifikasi, kemudian saksi-saksi yang melihat, mendengar, mengetahui peristiwa tersebut. Kini sedang dianalisis penyidik," ujar Argo saat dikonfirmasi, Selasa (5/2/2019).

Selain itu, penyidik juga dalam waktu dekat akan memeriksa saksi ahli. Namun Argo tidak menjelaskan saksi ahli tersebut.

"Saksi ahli pun rencana kita hadirkan juga," tutur Argo.

Seperti diketahui, polisi meminta klarifikasi Rocky Gerung terkait ucapannya 'kitab suci Fiksi'.

Rocky dipanggil atas laporan yang dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya.

Laporan dibuat oleh Jack Boyd Lapian ke Bareskrim Polri pada 16 April 2018. Laporan Jack diterima dengan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 dimana Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.

Selain laporan ini, Rocky juga dilaporkan atas tuduhan yang sama oleh Permadi Aria alias Abu Janda pada Rabu 11 April 2018 di Polda Metro Jaya.

Laporan Abu Janda tersebut tertuang dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.di kutip dari gardakeadilan.


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Riau Lakukan Kunjungan Kerja ke Inhil, Disambut Bupati dan Forkopimda
Kapolda Riau Bawa Semangat Merah Putih ke Pesisir Concong, Salurkan Bantuan Ketinting hingga Tanam Mangrove
Kapolda Riau Tiba di Inhil, Disambut Forkopimda lalu Langsung Bertolak ke Pelabuhan Pelindo
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Kekerasan
komentar
beritaTerbaru