Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Gempuran jet tempur Saudi dan pertempuran sengit tewaskan 59 milisi Syiah Houtsi

- Selasa, 16 Februari 2016 06:56 WIB
490 view
Gempuran jet tempur Saudi dan pertempuran sengit tewaskan 59 milisi Syiah Houtsi
Foto: arrahmah
Tentara Yaman lagi bersiaga.
PESISIRNEWS.COM, TAIZ – Serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi dan bentrokan baru-baru ini telah membunuh sedikitnya 59 milisi Syiah Houtsi termasuk pimpinan terkemuka dengan puluhan lainnya luka-luka, ujar laporan Al Arabiya pada Senin (15/2/2016).

Bentrokan terjadi di wilayah Taiz, di mana koalisi menargetkan kubu Houtsi.

Yahya Zafran, seorang pemimpin Houtsi berada di antara korban tewas.

Sumber mengatakan enam anggota Houtsi tewas dalam pertempuran di provinsi Marib dan gudang senjata Houtsi telah dihancurkan oleh serangan udara koalisi.

Juga dilaporkan oleh sumber bahwa 10 milisi Syiah Houtsi tewas termasuk seorang pemimpin Yahya Al-Mutawakkil Taha, dalam bentrokan dengan tentara Yaman milisi pro-pemerintah Hadi di Sanaa timur, lansir Al Arabiya.

Di provinsi IBB, sumber mengatakan milisi pro-pemerintah melakukan penggerebekan yang menewaskan lima milisi Syiah Houtsi.

Di provinsi Al-Bayda, posisi Houtsi juga digempur di mana lima anggota Houtsi tewas dan melukai beberapa lainnya.

Di barat provinsi Al-Hudayda, pemimpin Houtsi Abdulwahab Al-Houthi dilaporkan tewas dalam pertempuran.


Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI

Sumber: Arrahmah.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tanda Tanda Akhir Zaman, Mengungkap Fakta Tanda Tanda Kiamat di Arab Saudi & Israel
Ubah Citra Ultra-Konservatif, Arab Saudi akan Kirim Astronot Wanita Pertama ke Luar Angkasa
Wajib Diketahui Calon Pekerja Migran Indonesia: Arab Saudi Berlakukan Tes sebelum Berikan Visa
Banjir Bandang Terjang Wilayah Selatan Arab Saudi, 4 Orang Anak Jadi Korban
Sukses Pulihkan Hubungan Iran-Arab Saudi, China Imbangi Pengaruh AS dalam Kancah Global
China Sukses Jembatani Pemulihan Hubungan Bilateral antara Iran dan Arab Saudi
komentar
beritaTerbaru