Senin, 20 April 2026 WIB

Selain Hama Babi, Kondisi Ini Juga Jadi Ancaman Serius Padi di Desa Lukun

- Selasa, 05 Januari 2016 07:00 WIB
449 view
Selain Hama Babi, Kondisi Ini Juga Jadi Ancaman Serius Padi di Desa Lukun
Foto: Goriau
Saat panen padi di Desa Lukun, Senin (4/1/2016)
SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Selain ancaman hama babi, kondisi debit air laut yang naik pada bulan-bulan tertentu juga menjadi ancaman serius bagi petani padi di Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau. Petani pun berharap dibangun tanggul di sepanjang lahan sawah.

Kepala Desa Lukun Lukman, kepada wartawan, Senin (4/1/2016) mengatakan, pada waktu-waktu tertentu, dimana debit air laut meningkat saat pasang tiba, ini jadi ancaman serius ke petani. Pasalnya jika air asin masuk ke lahan pertanian, dikhawatirkan padi akan mati.

Kata Lukman pula, setelah mereka ukur, ada sepanjang 6KM yang harus dibikin tanggul. Selain itu, ada 3 pintu klip yang juga harus dibangun. Ini berguna untuk menjaga kestabilan air di lahan pertanian.

Ditambahkan Lukman, mereka telah memasukkan pembangunan tanggul ini ke Musrenbang. Besar harapan warga Desa Lukun agar tanggul itu bisa secepatnya dibangun.

"Kita ada lahan lebih 100Ha untuk ditanami padi. Hasilnya akan maksimal kalau ada bendungan (turap) sehingga air laut tidak masuk ke lahan yang ditanam padi," kata Lukman.

Jarak antara lahan yang ditanam padi dengan sungai dan wilayah air asin hanya beberapa meter saja. Sehingga, tanpa turap yang kokoh dikhawatirkan air asin akan masuk ke lokasi penanaman padi.

Di tempat yang sama, PPL Desa Lukun Mahyudin Harahap mengatakan mereka akan melakukan penanaman serentak di lahan seluas 60Ha. Rencananya bulan Mei mereka akan membersih lahan, lalu Juni dilakukan penanaman serentak.

"Saat ini lahan yang sudah kita olah sekitar 60Ha. Tahun ini kita bersama masyarakat akan mencoba membuka lahan baru seluas 60Ha," kata Mahyudin pula.

Ditambahkan Lukman, jika sudah ditanam padi lahan 120Ha itu, mereka yakin bisa menjual beras ke desa tetangga. "Kalau sekarang (40Ha, red) baru mencukupi kebutuhan di Lukun. Tapi kalau sudah diolah semuanya kita bisa menjual berasnya keluar," tambah Lukman. (ry)


Cari berita terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI


Sumber: goriau.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Inhil Laksanakan Tanam Perdana Padi Gogo di Lahan Sawit Program PSR
Pemkab Inhil Gelar Penanaman Padi Serentak di Tempuling, Dorong Swasembada Pangan
Kapolda Riau dan Pj Bupati Inhil Sholat Subuh Berjamaah dan Jalan Santai di Tembilahan
Meski Berusia 97 Tahun, Dr Mahathir Mohamad Sebut Masih akan Terus Terjun ke Dunia Politik
Indonesia dan Timor-Leste Sepakati Lima Nota Kesepahaman, Ini Isinya
DKPPP Kota Banjar Basmi Hama Tikus di Desa Rejasari
komentar
beritaTerbaru