Selasa, 08 September 2026 WIB

Hidran untuk Damkar Masih Minim

- Rabu, 23 September 2015 13:37 WIB
1.221 view
Hidran untuk Damkar Masih Minim
Ilustrasi
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Sarana hidran air yang dimanfaatkan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kepulauan Meranti masih minim dengan debit air yang tidak maksimal. Hal ini menyebabkan kinerja Damkar terkendala, khususnya dalam memadamkan kebakaran di wilayah padat penduduk. 

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepulauan Meranti, melalui Kepala Bidang Damkar, Piskot Ginting, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa idealnya setiap kecamatan memiliki satu hidran. Namun saat ini hanya ada dua hidran saja yang tersebar di seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti. 

"Hidrannya ada di Jalan Merdeka dan Jalan Dorak Kecamatan Tebingtinggi. Meskipun belum berdampak signifikan terhadap kinerja Damkar, dikhawatirkan hal tersebut dapat menyulitkan pengadaan air," ujarnya. 

Kurangnya hidran di daerah ini bisa berdampak pada kinerja petugas pemadam kebakaran, sebab saat ini kejadian kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan padat penduduk, seperti di Tebingtinggi. Tapi juga sering terjadi kebakaran hutan dan kebun sagu, seperti di Tebingtinggi Timur, Rangsang Barat dan Pulau Merbau. 

Selain mengandalkan hidran, Damkar juga memanfaatkan air dari kolam taman Cik Puan Jalan Merdeka. Sementara air selokan atau sungai di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak bisa digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. 

"Kalau pakai air sungai atau air selokan akan merusak mesin pompa. Mesin pompa akan berkarat dan keropos akibat kandungan garamnya yang tinggi," terang Piskot.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru