Senin, 20 April 2026 WIB

Studi Jelaskan Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama

Haikal - Senin, 10 Agustus 2020 17:06 WIB
781 view
Studi Jelaskan Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama
Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/who.int

PESISIRNEWS.COM - Para ahli mengungkapkan masa inkubasi virus corona sejak Pandemi Virus ini merebak pertama kali rata-rata berlangsung selama lima hari.
Baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan masa inkubasi virus corona ini mungkin bisa lebih lama dari yang diperkirakan selama ini.

Penelitian ini melibatkan orang-orang dari Wuhan, China, kota di mana tempat virus ini pertama kali terdeteksi, seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Senin (10/8/2020).
Sementara itu, secara umum kebijakan otoritas kesehatan menyatakan masa inkubasi dari lima hari kemudian meningkat menjadi maksimum sekitar 14 hari atau dua minggu.

Hal itu diungkapkan para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, US National Institute of Allergy dan Infectious Diseases and Peking University.
[br]
"Katakanlah nilai rata-rata (inkubasi) bisa lebih tinggi," kata peneliti.

Dalam studi yang dilakukan, para peneliti menggunakan pemodelan probabilitas dan data klinis lebih dari 1.000 pasien Covid-19 yang meninggalkan Wuhan sebelum kota ini di lockdown pada 23 Januari 2020.
Para peneliti menemukan waktu inkubasi rata-rata adalah 8,29 hari, sedangkan nilai mediannya adalah 7,76 hari.

"Pengetahuan yang tepat tentang masa inkubasi akan membantu memberikan masa karantina yang optimal untuk tujuan pengendalian penyakit," kata peneliti.

Selain itu, studi ini sangat penting dalam penyelidikan mekanisme penularan dan pengembangan pengobatan dari penyakit Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 19 juta orang di seluruh dunia.

Penelitian yang diterbitkan pada pekan lalu di jurnal American Science Advances ini mendukung pemikiran bahwa masa inkubasi dari kebanyakan pasien tidak lebih dari 14 hari.
[br]
Diperkirakan 10 persen orang mungkin mengembangkan gejala sakit lebih dari dua minggu setelah terinfeksi virus corona.

Kondisi ini, menurut laporan tersebut, akan menjadi masalah kesehatan masyarakat sehubungan dengan periode karantina.

Meskipun, peneliti menambahkan, bahwa keterbatasan penelitian ini dapat memengaruhi perkiraan.

Temuan ini, kata peneliti, didasarkan pada kasus dari awal tahun, dan kemungkinan tidak berlaku untuk kasus selanjutnya, jika virus corona, SARS-CoV-2 ini telah bermutasi.

Hasil studi ini juga didasarkan pada model probabilitas yang menghindari "recall bias" dan ketidakakuratan lainnya yang mungkin terjadi saat mengumpulkan data.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data riwayat perjalanan dan gejala awal dari kasus Covid-19 yang dikonfirmasi meninggalkan Wuhan antara tanggal 19-23 Januari.

Dengan memahami masa inkubasi virus corona ini dapat membantu pihak berwenang membuat rencana pengendalian penyakit. Sebab, orang dapat menularkan virus sebelum mereka menunjukkan gejala.

Dikutip dari : kompas

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Buronan Kelas Wahid Thailand Ditangkap Di Bali
Siswi SMA Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Didalam Parit Kebun Karet
Jadi Saksi Sidang Syahrul Yasin Limpo Biduan Nayunda Berbaju Hitam dan Lambaikan Tangan
Bobol Ruko, Maling di Kubu Gasak Sepeda Motor, Voucher, dan Uang Kontan
Dua Kali Pemohon Praperadilan Tak Hadir, Hakim PN Rohil Kembali Tunda Sidang
Lagi, Warga Bagan Sinembah Diringkus Polisi Terkait Sabu
komentar
beritaTerbaru