Buka Lahan dengan Membakar di Suaka Margasatwa Kerumutan, Tiga Orang Jadi Tersangka
Pelalawan Polres Pelalawan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Suaka Mar
Lingkungan
TEHERAN (Pesisirnews.com) - Pihak berwenang Iran telah menangkap keponakan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, setelah dia merekam klip video yang menggambarkan pihak berwenang yang dipimpin oleh pamannya sebagai "rezim kriminal dan pembunuh anak-anak."
Dilansir dari alyaoum24, Rabu, Farida Moradkhani, yang merupakan kerabat dekat pemimpin Iran ini diketahui memiliki catatan menentang kepemimpinan ulama Iran, yang membuat ia sebelumnya dipenjara di negara tersebut.
Penangkapan pertama terjadi setelah konferensi video pada Oktober 2021 di mana dia memberikan penghormatan kepada Farah Diba, janda Shah Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan oleh Revolusi Islam pada 1979.
Baca Juga:
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) mengatakan dia dibebaskan dengan jaminan pada bulan April dan penangkapannya dimulai Rabu lalu sebagai bagian dari hukuman penjara 15 tahun.
Moradkhani mengeluh bahwa sanksi yang dijatuhkan rezim atas tindakan kerasnya "menggelikan", dengan alasan bahwa orang Iran dibiarkan "sendirian" dalam perjuangan mereka untuk kebebasan.
Baca Juga:
Moradkhani adalah putri dari saudara perempuan Khamenei, Badri, yang berselisih dengan keluarganya pada 1980-an dan melarikan diri ke Irak pada puncak perang antara kedua negara.
Dia bergabung dengan suaminya, ulama oposisi Ali Tehrani, yang lahir sebagai Ali Moradkhani Arangeh.
Moradkhani menjadi terkenal sebagai aktivis anti-hukuman mati awal Januari tahun ini.
[br]
Saudara laki-lakinya, Mahmoud Moradkhani, menulis di Twitter bahwa dia ditangkap pada hari Rabu setelah pergi ke Kantor Kejaksaan untuk memenuhi panggilan.
Kemudian, pada hari Sabtu, saudara laki-lakinya memposting video di YouTube dengan tautan yang dia bagikan di Twitter, di mana dia mengecam "penindasan yang jelas dan tegas" terhadap orang Iran dan mengkritik kelambanan komunitas internasional.
“Wahai orang-orang bebas, bersama kami! Beri tahu pemerintah Anda untuk berhenti mendukung rezim kriminal yang membunuh anak-anak ini,†kata Mahmoud dalam salurannya.
Dia menambahkan, "Rezim ini tidak setia pada prinsip agama mana pun dan tidak mengenal hukum atau aturan selain paksaan dan pelestarian otoritasnya dengan cara apa pun yang memungkinkan."
Menurut Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, sekitar 14.000 orang telah ditangkap sehubungan dengan protes yang dimulai setelah kematian Mahsa Amini, yang ditangkap oleh polisi moralitas.
Sedikitnya 416 orang, termasuk 51 anak-anak, tewas dalam tindakan keras tersebut, menurut Organisasi Hak Asasi Manusia yang berbasis di Norwegia di Iran. (PNC)
Pelalawan Polres Pelalawan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Suaka Mar
Lingkungan
Johor Bahru Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta upaya terpadu penangana
Artikel
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Plh Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, sambut kedatangan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso S
Artikel
Siak Polda Riau memanfaatkan teknologi drone untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Drone tak hanya digunaka
Artikel
TEMBILAHANTim gabungan mengerahkan alat berat ekskavator Komatsu PC200 ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit 18, Keluraha
Lingkungan
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membu
Lingkungan
Siak Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Ka
Lingkungan
Siak Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Ka
Lingkungan
Siak Polda Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul munculnya hotspot dalam jumlah cukup tin
Lingkungan
PEKANBARU Viral di media sosial berujung ke ranah hukum. Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menetapkan PS sebagai tersangka dalam perkara
Hukrim