Kamis, 30 Juli 2026 WIB

AS Mulai Bereaksi Keras Merespon Tindakan Mematikan Iran Terhadap Demonstran ‘anti-jilbab’

- Kamis, 06 Oktober 2022 12:55 WIB
934 view
AS Mulai Bereaksi Keras Merespon Tindakan Mematikan Iran Terhadap Demonstran ‘anti-jilbab’
Ilustrasi: AS dan Iran semakin berseteru karena tindakan Iran terhadap demonstran ‘anti-jilbab’ yang dituding melanggar HAM. (Int)

WASHINGTON (Pesisirnews.com) - Amerika Serikat (AS) akan mengenakan "sanksi lebih lanjut" pada Iran atas tindakan kerasnya yang mematikan terhadap demonstran ‘anti-jilbab’ yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini.

Amini, 22, dinyatakan meninggal pada 16 September, beberapa hari setelah polisi moral menahannya karena diduga melanggar aturan yang mengharuskan perempuan mengenakan jilbab dan pakaian sederhana.

"Pekan ini, Amerika Serikat dilaporkan akan mengenakan sanksi lebih lanjut pada pelaku kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai," kata Biden dalam sebuah pernyataan dikutip pakistantoday.com, Kamis.

Baca Juga:

“Kami akan terus meminta pertanggungjawaban pejabat Iran dan mendukung hak-hak warga Iran untuk memprotes secara bebas.”

Presiden AS tidak memberikan indikasi tentang tindakan apa yang dia pertimbangkan terhadap Iran, yang sudah berada di bawah sanksi ekonomi AS, yang melumpuhkan sebagian besar terkait dengan program nuklirnya yang kontroversial.

Baca Juga:

Sebaliknya, Iran menuduh pemimpin AS itu "munafik" dalam menerapkan hak asasi manusia untuk memberlakukan tindakan hukuman baru.

"Akan lebih baik bagi Joe Biden untuk berpikir sedikit tentang catatan hak asasi manusia di negaranya sendiri sebelum membuat gerakan kemanusiaan, meskipun kemunafikan tidak perlu dipikirkan," kata juru bicara kementerian luar negeri Nasser Kanani dalam sebuah posting Instagram, seperti dilaporkan oleh media Iran.

[br]

"Presiden AS harus prihatin dengan berbagai sanksi ... terhadap bangsa Iran, sanksi yang dikenakan terhadap negara mana pun adalah contoh yang jelas dari kejahatan terhadap kemanusiaan," tambahnya.

Sedangkan Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh musuh bebuyutannya, Amerika Serikat dan Israel sengaja mengobarkan protes.

“Kerusuhan direkayasa oleh Amerika dan pendudukan, rezim Zionis palsu, serta agen bayaran mereka, dengan bantuan beberapa pengkhianat Iran di luar negeri,” kata Khameni menanggapi tudingan telah melakukan tindakan mematikan yang dilakukan pemerintahannya terhadap para demonstran.

Sementara itu, berdasarkan laporan terakhir dari media Inggris independent.co.uk, sedikitnya 133 orang telah tewas sejak awal protes anti-jilbab yang paling bersejarah dan terbesar di Iran. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Herman Lepas Pawai Ta’aruf, MTQ Kecamatan Pelangiran Jadi Momentum Syiar Islam dan Lahirkan Generasi Qur’ani
Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran
Polsek Pelangiran Turun ke Lahan, Tanam Jagung 1 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026
Polsek Pelangiran Ungkap Kasus Sabu, Dua Buruh Kontraktor Diamankan
Tutupi Dugaan Pelesiran Dirut PLN Bersama Keluarga ke Australia, Ketum IWO Minta PLN Jangan Lakukan Pembohongan Publik
Pengadilan AS Perintahkan Penyelidikan Seorang Pria yang Bocorkan Informasi Sangat Rahasia
komentar
beritaTerbaru