Rabu, 23 September 2026 WIB

Unggah Konten yang Dianggap dapat Memicu Kerusuhan Komunal, Singapura Usir 15 Warga Bangladesh

- Rabu, 25 November 2020 21:23 WIB
683 view
Unggah Konten yang Dianggap dapat Memicu Kerusuhan Komunal, Singapura Usir 15 Warga Bangladesh
Protes warga Bangladesh yang menyerukan boikot produk Prancis dan mencela presiden Prancis di Dhaka (30/10). Foto: Mahmud Hossain Opu / Dhaka Tribune.

SINGAPURA, Pesisirnews.com - Singapura telah mengusir 15 warga Bangladesh atas unggahan mereka di media sosial yang melanggar hukum, kata otoritas setempat, Selasa (24/11).

Dilansir dari dhakatribune.com, Rabu (25/11/2020), orang-orang yang di usir tersebut, sebagian besar adalah pekerja konstruksi.

Kementerian Dalam Negeri menyampaikan, mereka terbukti memasang unggahan di media sosial yang menghasut kekerasan atau dapat memicu terjadinya kerusuhan komunal sebagai tanggapan atas serangan di Prancis.

Baca Juga:

Namun, pejabat setempat tidak mengungkapkan apa isi konten dari postingan tersebut.

[br]

Baca Juga:

Pembelaan Presiden Emmanuel Macron atas hak untuk menerbitkan kartun telah memicu demonstrasi di negara-negara mayoritas Muslim termasuk Bangladesh, di mana puluhan ribu orang turun ke jalan.

Badan-badan keamanan di Singapura semakin meningkatkan kewaspadaan sejak awal September setelah dilakukan penyelidikan terhadap warga Bangladesh yang memposting konten yang dinilai pemerintah Singapura dapat memicu kerusuhan.

Singapura adalah negara dengan mayoritas etnis Tionghoa tetapi memiliki minoritas Muslim yang cukup besar.

Negara ini memiliki lebih dari 300.000 pekerja migran bergaji rendah, termasuk banyak dari Asia Selatan yang bekerja di industri dan konstruksi.

Sumber: (dhakatribune.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PM Sheikh Hasina: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Lewat Penguasaan Teknologi
AI Proyeksikan Orang yang Bakal Jadi Perdana Menteri Singapura pada Tahun 2050
Maskapai Penerbangan Bangladesh Diretas, Hacker Minta Tebusan Rp 75,8 Miliar
Grab Singapura akan Luncurkan AudioProtect untuk Melindungi Pengemudi dan Pengguna
Desa Pulosari Sukses Ekspor Hasil Pertanian ke Singapura dalam Waktu 10 Hari
Kekurangan Dana, PBB akan Pangkas Bantuan Makanan bagi  Pengungsi Rohingya
komentar
beritaTerbaru