Jumat, 18 September 2026 WIB

Dianggap Pro Macron, Imam Muslim Moderat Prancis Terima Ribuan Ancaman Pembunuhan

- Selasa, 10 November 2020 12:09 WIB
790 view
Dianggap Pro Macron, Imam Muslim Moderat Prancis Terima Ribuan Ancaman Pembunuhan
Imam Hassen Chalghoumi menerima ribuan ancaman pembunuhan atas dukungannya untuk Samuel Paty dan Emmanuel Macron. Kredi Foto: Charles Platiau/Reuters.

PARIS, Pesisirnews.com - Hassen Chalghoumi, salah satu imam Muslim dengan profil tertinggi di Prancis meminta perlindungan ekstra dari polisi terkait ancaman pembunuhan atas sikapnya yang dianggap oleh kalangan Muslim radikal pro kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebagaimana diketahui, Macron dianggap telah menghina Islam melalui pernyataan dan dukungannya terhadap penayangan gambar Nabi Muhammad di Prancis beberapa waktu lalu.

Dilansir dari The Telegraph, Selasa (10/11/2020), Hassen Chalghoumi, imam dari pinggiran kota Paris, Drancy, dan seorang Muslim moderat terkemuka, mengatakan dia telah menerima banyak ancaman baru sejak dia berbicara menentang pemenggalan seorang guru bahasa Prancis bulan lalu.

Baca Juga:

Dalam pernyataannya, Chalghoumi menggambarkan Samuel Paty, guru yang dibunuh oleh radikalis Islam setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya sebagai "martir untuk kebebasan berekspresi, dan orang bijak yang telah mengajarkan toleransi, peradaban, dan rasa hormat kepada orang lain".

[br]

Baca Juga:

Imam Hassen Chalghoumi yang saat ini menjabat sebagai presiden Konferensi Para Imam Prancis dianggap menyimpang dari norma Islam, dimana dia mendukung pelarangan menggunakan cadar di Prancis dan dia bekerja untuk meningkatkan hubungan antara Muslim dan Yahudi.

Imam kelahiran Tunisia berusia 48 tahun itu telah hidup di bawah penjagaan polisi sejak ISIS menyerukan "eksekusi" kepadanya, menyusul serangan Paris 2015.

Chalghoumi kini yakin bahaya kepada dirinya meningkat tajam, seiring dengan lonjakan ancaman di media sosial yang ditujukan kepada dirinya.

Sebuah kiriman berbahasa Arab bernada ancaman di Twitter mengatakan: "Kami mendesak Muslim Prancis sejati untuk mengizinkan Chalghoumi bergabung dengan guru sejarah dan juga menjadi martir bangsa."

Postingan lain yang ditangkap di layanan pesan Telegram menggambarkan Chalghoumi sebagai "target baru dan meminta pengikut untuk mengeksekusinya karena dia lebih kotor daripada orang-orang kafir Prancis".

[br]

David-Olivier Kaminski, pengacara Chalghoumi, menulis surat kepada Presiden Macron untuk memperhatikan lebih serius keselamatan Chalghoumi dengan alasan dia membutuhkan lebih banyak perlindungan setelah diserbu ribuan ancaman pembunuhan di media sosial.

Sebelum menetap di Prancis, Imam Hassen Chalghoumi pernah tinggal di Suriah dan Pakistan dan menjadi pengajar agama disana.

Dirinya telah lama berselisih dengan seorang Islamis fundamental Prancis kelahiran Maroko, Abdelhakim Sefrioui, yang sekarang ditahan atas dugaan perannya dalam mendorong pemenggalan kepala Paty melalui kampanye di media sosial.

Sebelumnya Sefrioui mencoba untuk membuat imam Chalghoumi digulingkan dari masjid Drancy pada tahun 2010, ketika Chalghoumi secara kontroversial mendukung pelarangan cadar.

Setelah kejadian pemenggalan terhadap seorang guru di Prancis, Presiden Macron memerintahkan penumpasan terhadap kelompok-kelompok Islam radikal di negara berjuluk “Pusat Mode Dunia” itu.

Sumber: (The Telegraph)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Inhil Percepat Pembangunan Islamic Center, Masjid Ditargetkan Segera Difungsikan
Dugaan Pembunuhan di Kebun Sawit Desa Pancur, Satu Orang Ditemukan Tewas
Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan
Bupati Herman Tinjau Islamic Center Syekh Abdurrahman Siddiq, Siap Lanjutkan Pembangunan
PJ Bupati Erisman Yahya Pimpin Rapat Kelanjutan Pembangunan Islamic Center di Tembilahan
Dua Pemuda Di Inhil Cek Cok Berujung Penikaman 1 Tewas Ditempat 1 Kritis
komentar
beritaTerbaru