Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Uni Emirat Arab (UEA) Secara Resmi Mencabut UU Pemboikotan Israel, apa Dampaknya?

- Minggu, 30 Agustus 2020 20:55 WIB
758 view
Uni Emirat Arab (UEA) Secara Resmi Mencabut UU Pemboikotan Israel, apa Dampaknya?
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA). (Kredit Foto : gettyimages.com)

ABU DHABI, Pesisirnews.com - Perjanjian normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang diumumkan pada 13 Agustus 2020 dan difasilitasi Presiden AS Donald Trump, telah dikecam sebagai “menikam” dari belakang oleh Palestina.

Perjanjian itu menjadikan Emirates sebagai negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menjalin hubungan dengan Israel setelah Mesir (1979) dan Yordania (1994).

Negara-negara di Timur Tengah pun seperti dilanda fenomena politik baru, dimana mereka seolah tidak ambil pusing dengan harmonisasi kedua negara tersebut. Bahkan Mesir secara terbuka memberikan ucapan selamat kepada kedua negara itu.

Baca Juga:

Terbaru, UEA mengumumkan secara resmi mencabut undang-undang pemboikotan kepada Israel.

[br]

Baca Juga:

Kantor Berita UEA Wam, Sabtu (29/8/2020), menyampaikan bahwa Presiden Emirates, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan telah mengeluarkan dekrit mencabut Undang-Undang Federal Nomor 15 Tahun 1972 tentang pemboikotan Israel dan sanksi yang ditimbulkan.

Dalam keputusan itu juga dinyatakan bahwa semua produk Israel diizinkan untuk dibawa dan dipasarkan di UEA.

“Sekarang individu dan perusahaan UEA dapat menjalin kerja sama dengan Israel. Langkah itu ditujukan untuk meningkatkan perdagangan dan kerjasama diplomatik antara UEA dengan Israel,” ungkap Wam.

Memperkuat pernyataan tersebut, delegasi Israel-Amerika berencana akan melakukan perjalanan ke Emirates dengan penerbangan komersial langsung pertama antara Tel Aviv dan Abu Dhabi pada hari Senin (31/8/2020) esok.

Sebagai bagian dari perjanjian normalisasi, negara Israel setuju untuk menangguhkan pencaplokan wilayah baru di Tepi Barat Palestina yang didudukinya.

Namun demikian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meyakinkan warga Israel untuk tidak "menyerahkan" begitu saja wilayah yang diduduki Israel dalam jangka panjang.


Non Reportase
Sumber : (challenges.fr)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
WHR 2023: Israel Bertahan di Urutan ke-4 Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan Paling Tidak Bahagia
Profesor Israel Ungkap Hubungan Mesra Iran-Israel sebelum Jadi Musuh Bebuyutan
Upaya Arab-Israel Mengatasi Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Suhu di Timur Tengah
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Hubungan Israel-UEA Makin Mesra, Bayi Israel Pertama yang Lahir di Negara Arab Terima Paspor
Bupati Inhil Buka Sosialisasi Kebijakan Akuntansi Tahun Anggaran 2022
komentar
beritaTerbaru