RENGAT (Pesisirnews.com) - DZ, mantan anggota DPRD Kabupaten Inhu yang sempat buron selama beberapa waktu menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Pekanbaru, Senin.
DZ menjadi dalam kasus dugaan korupsi APBD Indragiri Hulu (Inhu) tahun anggaran 2005 - 2008 yang merugikan negara sekitar Rp 116 miliar.
“DZ adalah tersangka lain dalam perkaraThamsir Rachman dalam kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 116.306.144.361," kata Kasi Penkum Kejati Riau, Bambang Heripurwanto di Pekanbaru, Senin.
Baca Juga:
Sebelumnya DZ ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi APBD Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2005 - 2008 pada Desember 2022 lalu. DZ sendiri sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejati Riau.
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No: 336 K/Pid.Sus/2014 Tanggal 10 Februari 2015, dari hasil penyidikan tersangka merupakan kontraktor dalam perkara ini belum mengembalikan kasbon sebesar Rp 850.000.000.
Baca Juga:
[br]
"Kasbon yang berasal dari Kas Daerah Inhu tersebut ternyata digunakan untuk kebutuhan pribadinya," ujarnya.
Atas perbuatannya, tersangka inisial DZ disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999. Dan, yang telah ditambah atau diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Jo 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Guna mempercepat proses penyidikan berdasarkan Pasal 21 ayat 4 KUHAP, Penyidik Kejati Riau melakukan penahanan Rutan terhadap tersangka DZ di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru selama 20 hari ke depan. (PNC)