Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen
Indragiri Hilir Pembangunan dan perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 di wilayah hukum Polsek Batang Tuaka terus m
Artikel
Pesisirnews.com - Seorang ibu bernama Dormian Sihite, 37, warga Dusun Kelapa Dua, Desa Kota Agung, Pesawaran, Lampung, tega membunuh dua anaknya yang masih kecil-kecil, Minggu (15/7) pagi.
Saat melakukan pembunuhan tersebut, Dormian seolah kesurupan dan menghabisi nyawa kedua buah hatinya menggunakan sebilah pisau.
Ibu empat anak tersebut kemudian menusuk perutnya sendiri sebanyak enam kali.
Baca Juga:
Saat itu, suami Dormian, Tunggung Manurung, 42, sedang tidur bersama kedua anaknya di dalam kamar. Tak lama kemudian, seorang anaknya itu, bernama Robin Nicholas Manurung, 8, kencing di celana. Melihat itu, Tunggung kemudian memanggil istrinya.
Tak lama kemudian, Dormian pun masuk ke kamar dan menggendong anaknya Robin, lalu memindahkan ke kamar sebelah. Namun, setelah beberapa menit, Dormian kembali ke kamar di mana suaminya tidur, lalu mengambil dan membawa anak bungsunya Marcel Rafael Manurung (3), ke kamar sebelah.
Baca Juga:
Sesaat kemudian, Tunggung mendengar suara tangisan anak bungsunya. Dia pun langsung bangkit dari tidurnya dan menghampiri anaknya yang menangis di kamar sebelah.
Namun, tiba di kamar tersebut, Tunggung kaget bukan kepalang, melihat kedua anaknya dalam posisi tertelungkup dan bersimbah darah. Di samping mereka, istrinya Dormian sedang menusuk perutnya sendiri menggunakan pisau dapur.
Tak membuang waktu, Tunggung kemudian membawa kedua anaknya ke klinik terdekat. Namun, nyawa kedua anak tersebut tidak tertolong dan meninggal dunia. Sedangkan Dormian dilarikan oleh warga sekitar ke rumah sakit Natar Medika, Lampung Selatan.
Kapolres Pesawaran, AKBP Syaiful Wahyudi, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan pengumpulan barang bukti dan olah tempat kejadian perkara, Dormian Sihite menjadi terduga tunggal dalam pembunuhan kepada Robin Nicolas Manurung, 8, dan Marcel Rafael Manurung, 3.
"Dari bukti-bukti dan keterangan saksi yang didapat, terduga pelaku pembunuhan mengarah pada ibu korban. Tapi, saat ini masih dilakukan pemeriksaan kembali apa motif pelaku membunuh kedua anaknya," ujarnya.
Terkait isu gangguan kejiwaan, AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan soal isu tersebut.
"Itu harus dibuktikan dulu melalui pemeriksaan dari Rumah Sakit (RS) Jiwa Lampung, karena yang berhak bicara seseorang mengalami gangguan jiwa adalah institusi itu," katanya, Minggu (15/7/2018).
Sumber jpnn.com
Indragiri Hilir Pembangunan dan perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 di wilayah hukum Polsek Batang Tuaka terus m
Artikel
INDRAGIRI HILIR Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bi
Artikel
Tempuling Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Po
Artikel
Tempuling Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Po
Artikel
Tempuling Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Po
Artikel
Indragiri Hilir Unit Reskrim Polsek Concong berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilayah Desa Panglima Raja, Keca
Hukrim
Indragiri Hilir Dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat dan pelajar, Polsek Tempuling bersama Puskesmas S
Artikel
Indragiri Hilir, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum DPRD bersama pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kantor Badan Pertanahan
Artikel
Indragiri Hilir, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum DPRD bersama pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kantor Badan Pertanahan
Artikel
Indragiri Hilir, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum DPRD bersama pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kantor Badan Pertanahan
Artikel