Rabu, 06 Mei 2026 WIB

Sadis, Sopir Taksi Online Ini Tewas dengan Sejumlah Tusukan di Kepala

- Rabu, 13 Juni 2018 10:23 WIB
321 view
Sadis, Sopir Taksi Online Ini Tewas dengan Sejumlah Tusukan di Kepala

Pesisirnews.com - Ulfa (25) warga Perum Korpri RT 63, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kaltim hanya bisa nanar menghadapi kenyataan suami tercinta yang baru menikahinya enam bulan lalu meninggal dengan cara tragis.

Handarri (27) ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di kepalanya yang diduga menjadi korban percobaan perampokan.

Dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), jenazah korban sendiri ditemukan di semak-semak di Jalan Perum Prona Lestari II, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kaltim, kemarin, atau berjarak dua meter dari mobil miliknya yang terperosok menghantam pohon.

Baca Juga:

Ayah korban, Rosidi menuturkan, istri korban masih sangat terpukul, syok dan kini selalu mengurung diri di dalam kamar.

Baca Juga:

Rosidi pun menceritakan pertemuan terakhirnya dengan korban. Saat itu, sebut dia, anaknya pamit pada istrinya sekitar pukul 08.00 Wita.

"Dia pamit katanya mau antar penumpang," kata pria 46 tahun itu kepada Kaltim Post.

Rosidi mengatakan, korban sejak sebulan lalu menekuni pekerjaannya sebagai sopir taksi online. Meski korban sendiri sebenarnya seorang pegawai Pegadaian.

"Taksi online buat sampingan. Buat tambah-tambah penghasilan setelah menikah enam bulan lalu," kata Rosidi.

Rosidi menuturkan, anaknya sengaja membeli mobil dua bulan terakhir untuk dijadikan operasional profesi sampingannya itu.

Ia sendiri mengaku mendengar kabar kematian anaknya saat didatangi ketua RT setempat yang memintanya untuk ke Polsek Balikpapan Selatan.

"Sampai Polsek, saya diberi kabar anak saya tewas dibunuh. Perasaan saya belum sedih saat itu. Namun, ketika melihat mayatnya di rumah sakit. Hati saya hancur," ucapnya lirih.

Rosidi mengatakan, melihat langsung luka yang dialami anaknya. Banyak luka mirip sayatan atau tusukan di belakang kepala hingga dekat telinga. Dari situ, dia berasumsi jika anaknya adalah korban pembunuhan dengan motif perampokan.

"Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil handphone-nya untuk menghilangkan jejak," ungkapnya.


Sumber Pojoksatu.id 

SHARE:
beritaTerkait
Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen
Bimtek dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK Perkuat Kelembagaan Desa di Inhil 2026
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
Polsek Concong Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan 14 Paket Sabu
komentar
beritaTerbaru