Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen
Indragiri Hilir Pembangunan dan perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 di wilayah hukum Polsek Batang Tuaka terus m
Artikel
Pesisirnews.com - Ulfa (25) warga Perum Korpri RT 63, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kaltim hanya bisa nanar menghadapi kenyataan suami tercinta yang baru menikahinya enam bulan lalu meninggal dengan cara tragis.
Handarri (27) ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di kepalanya yang diduga menjadi korban percobaan perampokan.
Dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), jenazah korban sendiri ditemukan di semak-semak di Jalan Perum Prona Lestari II, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kaltim, kemarin, atau berjarak dua meter dari mobil miliknya yang terperosok menghantam pohon.
Baca Juga:

Ayah korban, Rosidi menuturkan, istri korban masih sangat terpukul, syok dan kini selalu mengurung diri di dalam kamar.
Baca Juga:
Rosidi pun menceritakan pertemuan terakhirnya dengan korban. Saat itu, sebut dia, anaknya pamit pada istrinya sekitar pukul 08.00 Wita.
"Dia pamit katanya mau antar penumpang," kata pria 46 tahun itu kepada Kaltim Post.
Rosidi mengatakan, korban sejak sebulan lalu menekuni pekerjaannya sebagai sopir taksi online. Meski korban sendiri sebenarnya seorang pegawai Pegadaian.
"Taksi online buat sampingan. Buat tambah-tambah penghasilan setelah menikah enam bulan lalu," kata Rosidi.
Rosidi menuturkan, anaknya sengaja membeli mobil dua bulan terakhir untuk dijadikan operasional profesi sampingannya itu.
Ia sendiri mengaku mendengar kabar kematian anaknya saat didatangi ketua RT setempat yang memintanya untuk ke Polsek Balikpapan Selatan.
"Sampai Polsek, saya diberi kabar anak saya tewas dibunuh. Perasaan saya belum sedih saat itu. Namun, ketika melihat mayatnya di rumah sakit. Hati saya hancur," ucapnya lirih.
Rosidi mengatakan, melihat langsung luka yang dialami anaknya. Banyak luka mirip sayatan atau tusukan di belakang kepala hingga dekat telinga. Dari situ, dia berasumsi jika anaknya adalah korban pembunuhan dengan motif perampokan.
"Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil handphone-nya untuk menghilangkan jejak," ungkapnya.
Sumber Pojoksatu.id
Indragiri Hilir Pembangunan dan perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 di wilayah hukum Polsek Batang Tuaka terus m
Artikel
INDRAGIRI HILIR Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bi
Artikel
Tempuling Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Po
Artikel
Tempuling Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Po
Artikel
Tempuling Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Po
Artikel
Indragiri Hilir Unit Reskrim Polsek Concong berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilayah Desa Panglima Raja, Keca
Hukrim
Indragiri Hilir Dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat dan pelajar, Polsek Tempuling bersama Puskesmas S
Artikel
Indragiri Hilir, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum DPRD bersama pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kantor Badan Pertanahan
Artikel
Indragiri Hilir, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum DPRD bersama pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kantor Badan Pertanahan
Artikel
Indragiri Hilir, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum DPRD bersama pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kantor Badan Pertanahan
Artikel