Rabu, 01 Juli 2026 WIB

Rajin Promosi, Bisnis ABG 16 Tahun Ini Berakhir Setelah Ketemu Polisi

- Senin, 19 Maret 2018 20:02 WIB
948 view
Rajin Promosi, Bisnis ABG 16 Tahun Ini Berakhir Setelah Ketemu Polisi
Jawapos.com

Pesisirnews.com - Meski baru menginjak usia 16 tahun, namun kemampuan dan jaringan berdagang EM ini tak perlu diragukan lagi. Namun, perempuan muda ini harus berurusan dengan polisi karena barang dagangannya.

EM mengaku sudah menekuni bisnis terlarangnya selama dua tahun terkahir. EM banyak menjajakan teman sebayanya. Namun, aksi itu terkuak setelah polisi getol berselancar di dunia maya.

Baca Juga:

Aplikasi jejaring sosial Beetalk jadi sasaran aparat penegak hukum membongkar praktik prostitusi online.

"Di sana cukup banyak kami temukan," ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polres Samarinda Ipda Noval Forestriawan.

Baca Juga:

Kecurigaan polisi berawal dari sebuah akun foto anak kecil yang menulis status tak biasa. "Ada penjelasan status dia bertuliskan kurang sopan," sebut Noval.

Polisi menelusuri lebih jauh. Dan akhirnya terkuak bahwa EM adalah muncikari. EM sengaja membuat status tersebut, agar menarik pelanggan. Dia pun memajang nomor ponsel di status itu.

Polisi bergerak cepat. Aparat berseragam cokelat tersebut berusaha memancing pelaku. EM terjebak dan lantas menawarkan jasa esek-esek kepada polisi yang menyamar.

Tarif yang dipatok pelaku dari Rp 700–900 ribu sekali kencan. "Setelah sepakat, kami pancing di salah satu hotel berbintang. Di sana dia membawa seseorang perempuan," sebut Noval.

Mengetahui EM sudah berada dalam perangkap petugas, perwira balok satu itu lantas membagi dua tim. Satu untuk mengamankan perempuan yang dibawa pelaku, satu lagi meringkus EM.

Lokasi penangkapan remaja putus sekolah tersebut dilakukan di salah satu hotel berbintang di kawasan Sungai Kunjang. "Diringkusnya tak jauh dari kediaman pelaku," tegas Noval.

Penangkapan itu, disebut Noval, terjadi pada Senin (5/2) malam. Dia baru membeberkan ke media setelah memastikan jaringan lain yang masih kerja sama dengan EM diketahui. Rupanya, perempuan yang dibawa EM, masih sama-sama di bawah umur.

"Jaringan dia cukup banyak," lanjut Noval. Keduanya lantas dibawa ke Polres Samarinda untuk diperiksa.

Ditemui awak media kemarin, EM mengaku semuanya karena uang. Dia yang putus sekolah butuh perbaikan ekonomi. "Enggak ada uang, Mas," singkatnya. EM tak bicara banyak. Dia buru-buru masuk ke ruang tahanan untuk menghindar dari sorotan kamera.


Sumber Jawapos.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Sekitar 300 Kios dan 18 Unit Sepeda Motor Hangus Dilalap Si Jago Merah
Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Bupati Inhil Diwakili Asisten II Setda Inhil Hadiri Pekan Olahraga dan Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Inhil
komentar
beritaTerbaru