Bupati Inhil Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi
Kuantan Singingi Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE., MT., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir Hj. Katerina Susanti Herm
Advertorial
Pesisirnews.com - Pembaca mungkin masih ingat dengan kasus seorang suami yang menebas kaki istrinya hanya karena cemburu? Pelaku ditintut 9 tahun penjara.
Terdakwa Kadek Adi Waisaka, suami yang tega menebas kaki sang istri, Ni Luh Putu Kariani, 29, memang sudah di tuntut 9 tahun oleh jaksa.
Atas hal tersebut, sang istri bisa langsung menerima dan menyerahkan hal tersebut kepada pihak pengadil.
Baca Juga:
"Untuk tuntutan sembilan tahun penjara itu saya terima, dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Mungkin itu memang hukuman yang tepat buat dia (Adi Waisaka, red)," ujar Ni Luh Putu Kariani saat ditemui di RS Buleleng seperti dilansir Radar Bali.
Saat ini, dia tengah mengurus surat perceraian. Untuk masalah kesehatan, dia belum mampu berjalan maupun menopang tubuhnya sendiri.
Baca Juga:
Kemarin, pihak RSUD Buleleng, tepatnya di ruang Kamboja 7, tim medis RS Buleleng berniat melepas pen yang sebelumnya dipasang di kaki kanan korban sekaligus melihat kondisi tulangnya.
"Mudah-mudahan tulangnya sudah membaik dan tidak membutuhkan pen lagi. Tapi kalau medis melihat tulangnya belum cukup mampu untuk menopang tubuh, maka alatnya akan dipasang lagi," ujar Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara kemarin.
Untuk biayanya sendiri, Kariani menggunakan BPJS. Kesembuhan tentu diinginkan oleh Kariani agar cepat dapat mengurus kedua anaknya yang kini di titipkan di keluarga suaminya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi sadis dilakukan Kadek Adi Putra (36) terhadap istrinya, Ni Putu Kariani (29), di sebuah rumah kos, di Banjar Umabuluh, Canggu, Kuta, Utara.
Sang suami curiga istrinya selingkuh, kemudian memotong kedua kaki istrinya dihadapan anak kandungnya berusia 9 tahun. Lebih sadis lagi, potongan kaki kanan istrinya dibuang didepan halaman kos.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bermula dari pertengkaran pasangan suami istri itu di dalam kamar kos. Pertengkaran yang berlangsung sekitar pukul 17.30 wita, disaksikan anak bungsunya bernama Yoga, pelajar kelas 4 SD.
Tak lama bertengkar, tiba-tiba Yoga berlari keluar sambil berteriak minta tolong ke tetangga kos sembari mengatakan kaki ibunya dipotong ayahnya.
"Anaknya keluar dan berteriak ayahnya memotong kaki ibunya di kamar. Anaknya tampak ketakutan dan menangis," ungkap sumber di lapangan, (6/9).
Setelah Yoga keluar dari kamar, Kadek Adi Putra juga keluar dari kamar dalam kondisi bersimbah darah sambil membuang potongan kaki kanan istrinya di halaman kamar kos. Pria asal Alas Angker, Buleleng itu kemudian mengedor-ngedor kamar tetangga kos untuk minta pertolongan. Namun para tetanga tidak berani membuka pintu kamar karena ketakutan.
"Para tetangga takut membuka pintu kamar karena Kadek Adi Putra membawa pedang," jelasnya.
Setelah warga mulai berdatangan, Kadek Adi Putra akhirnya berhasil ditenangkan dan pedangnya berhasil diamankan. Dengan mengendarai motor Honda Vario, dia pun membonceng istrinya ke Klinik Bali Med Canggu. Saat itu kondisi korban lemas dan tak sadarkan diri.
"Darah menetes dari TKP hingga jalan menuju klinik," ujarnya seperti dimuat beritabali.com.
Dalam kejadian tersebut, warga menduga, pelaku yang bekerja sebagai supir freelance itu memotong kedua kaki istrinya di atas kasur. Saat kedua kaki dipotong diperkirakan korban tak sadarkan diri alias pingsan.
"Ceceran darah paling banyak ada di belakang kasur. Kaki kanan dipotong sampai putus dan kaki kiri nyaris putus," bebernya.
Aparat kepolisian Polsek Kuta Utara yang tiba di lokasi langsung memeriksa sejumlah saksi dan olah TKP. Di dalam kamar kos yang sudah mereka tempati selama setahun itu banyak darah berceceran, khususnya di kasur. Petugas kepolisian memasang garis police line di depan pintu rumah korban agar TKP tidak dirusak warga setempat.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu I Putu Ika Prawaba, mengatakan pelaku telah diamankan di Polres Badung. Sedangkan istrinya, masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah. "Kasusnya ditangani Polres. Motifnya diduga karena cemburu," tegasnya.
Sumber : riausky
Kuantan Singingi Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE., MT., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir Hj. Katerina Susanti Herm
Advertorial
KUANTAN SINGINGI Kabupaten Indragiri Hilir turut memeriahkan Pawai Ta&039aruf Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) Ke44 Tingkat Prov
Advertorial
(Pesisirnews.com)TEMBILAHAN Kebakaran hebat melanda Pasar Rakyat dan Pasar Terapung di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten
Peristiwa
Tembilahan Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke80, Polres Indragiri Hilir menggelar Pekan Olahraga Polri yang dirangkaikan dengan
Artikel
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika dengan me
Hukrim
Tembilahan, (28/6/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, yang diwakili Asisten II Setda Inhil Asisten Perekonomian dan Pembangunan,
Artikel
KUANTAN SINGINGI Menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke44 Tingkat Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir H. Nama Bupati
Advertorial
PEKANBARUPengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PWIWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sama dengan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpu
Artikel
Tembilahan, (26/6/2026) Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (K
Artikel
Tembilahan, (25/6/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, memimpin kegiatan Khatam AlQur&039an dalam rangka menyambut Tahun Bar
Advertorial