Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
Meranti, Pesisirnews.com - Empat pria di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sudah ditahan di Mapolsek Rangsang karena memperkosa dua gadis di bawah umur secara bergiliran. Dalam proses ini, muncul ide mediasi supaya kasus ini dicabut laporannya dan kedua korban dinikahkan dengan pelaku.
Akan tetapi, mediasi itu belum menuai titik terang karena muncul kebingungan dengan siapa dua korban akan dinikahkan. Selain itu, bagaimana menentukan bapak dari anak jika nantinya korban hamil karena diperkosa secara bergiliran.
Padahal, Kapolres Kepulauan Meranti Ajun Komisaris Besar Polisi, La Ode Proyek SIK menerangkan, pihaknya terbuka dengan proses mediasi. Apalagi pihak keluarga bersama tokoh masyarakat dan aparatur desa sudah berusaha memediasikan kasus ini.
Baca Juga:
"Terbuka untuk mediasi, ada yang memberi solusi supaya dinikahkan, tapikan pelakunya ada 4 orang," kata mantan Komandan Datasemen di Brimob Polda Riau ini, Kamis (12/10/2017).
Sebelumnya, kata La Ode, empat pelaku masing-masing berinisial Na, Za, Ag, dan Mi ditangkap setelah kepolisian mengumpulkan orangtua korban, pelaku, dan masyarakat di Kantor Desa Gemala Sari. Polisi meminta keluarga supaya menyerahkan pelaku, hingga akhirnya dipenuhi pada Senin 10 Oktober 2017.
Baca Juga:
Dalam kejadian ini, antara keluarga korban dan pelaku dinyatakan kondusif dan tidak berpotensi menimbulkan pertikaian. Kedua belah pihak juga melakukan pertemuan untuk mencari solusi dari permasalahan ini.
"Ada indikasi kedua belah pihak berembuk secara kekeluargaan dan menikahkan. Namun demikian, masih dilakukan pemeriksaan untuk pelaku," kata La Ode.
Sebelumnya , dua gadis masing-masing berinisial RN dan BS, pada Kamis 5 Oktober 2017 lalu mengalami malam yang pahit setelah kegadisannya direnggut empat pria. Korban dan pelaku memang sudah kenal, dan sempat memancing ikan bersama di sebuah pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Kedua korban baru berani melapor ke kantor polisi terdekat dua hari kemudian setelah ditemani orang tuanya. Korban melapor pada Sabtu 7 Oktober 2017 sekitar pukul 19.00 WIB di Mapolsek Rangsang, Kepulauan Meranti.
Kedua korban diperkosa di dua lokasi berbeda, ada yang diperkebunan karet dan ada di rumah salah satu pelaku. Usai kejadian, keduanya dibiarkan terlantar di pinggir jalan dan pulang ke rumah orang tuanya masing-masing.
Sumber Liputan6.com
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Artikel
MANDAH Pembangunan jerambah beton yang menghubungkan Kelurahan Khairiah Mandah dengan Desa Igal, Kecamatan Mandah, menjadi perhatian Pem
Berita
Jakarta Komjen Herry Heryawan resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri setelah dilantik d
Artikel
KERITANG Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengamanan dan pendampingan kegiatan ekshumasi atau penggalian kembali jenazah almarhu
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., mengajak masyarakat tetap tenang menyikapi
Artikel