Perdana Digelar, Rakor Damkar se-Riau Satukan Kekuatan Hadapi Ancaman Kebakaran
PEKANBARU,Badan Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau untuk pertama kalinya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemada
Artikel
Meranti, Pesisirnews.com - Empat pria di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sudah ditahan di Mapolsek Rangsang karena memperkosa dua gadis di bawah umur secara bergiliran. Dalam proses ini, muncul ide mediasi supaya kasus ini dicabut laporannya dan kedua korban dinikahkan dengan pelaku.
Akan tetapi, mediasi itu belum menuai titik terang karena muncul kebingungan dengan siapa dua korban akan dinikahkan. Selain itu, bagaimana menentukan bapak dari anak jika nantinya korban hamil karena diperkosa secara bergiliran.
Padahal, Kapolres Kepulauan Meranti Ajun Komisaris Besar Polisi, La Ode Proyek SIK menerangkan, pihaknya terbuka dengan proses mediasi. Apalagi pihak keluarga bersama tokoh masyarakat dan aparatur desa sudah berusaha memediasikan kasus ini.
Baca Juga:
"Terbuka untuk mediasi, ada yang memberi solusi supaya dinikahkan, tapikan pelakunya ada 4 orang," kata mantan Komandan Datasemen di Brimob Polda Riau ini, Kamis (12/10/2017).
Sebelumnya, kata La Ode, empat pelaku masing-masing berinisial Na, Za, Ag, dan Mi ditangkap setelah kepolisian mengumpulkan orangtua korban, pelaku, dan masyarakat di Kantor Desa Gemala Sari. Polisi meminta keluarga supaya menyerahkan pelaku, hingga akhirnya dipenuhi pada Senin 10 Oktober 2017.
Baca Juga:
Dalam kejadian ini, antara keluarga korban dan pelaku dinyatakan kondusif dan tidak berpotensi menimbulkan pertikaian. Kedua belah pihak juga melakukan pertemuan untuk mencari solusi dari permasalahan ini.
"Ada indikasi kedua belah pihak berembuk secara kekeluargaan dan menikahkan. Namun demikian, masih dilakukan pemeriksaan untuk pelaku," kata La Ode.
Sebelumnya , dua gadis masing-masing berinisial RN dan BS, pada Kamis 5 Oktober 2017 lalu mengalami malam yang pahit setelah kegadisannya direnggut empat pria. Korban dan pelaku memang sudah kenal, dan sempat memancing ikan bersama di sebuah pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Kedua korban baru berani melapor ke kantor polisi terdekat dua hari kemudian setelah ditemani orang tuanya. Korban melapor pada Sabtu 7 Oktober 2017 sekitar pukul 19.00 WIB di Mapolsek Rangsang, Kepulauan Meranti.
Kedua korban diperkosa di dua lokasi berbeda, ada yang diperkebunan karet dan ada di rumah salah satu pelaku. Usai kejadian, keduanya dibiarkan terlantar di pinggir jalan dan pulang ke rumah orang tuanya masing-masing.
Sumber Liputan6.com
PEKANBARU,Badan Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau untuk pertama kalinya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemada
Artikel
Tembilahan, Rabu, 19 Agustus 2026 Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) memberikan apresiasi setinggitingginya kepada jajaran kepolisian
Artikel
Medan Berbagai rumor terkait meninggalnya tahanan bernama Jopi Sembiring bin Alm. Deli Sembiring di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I
Nasional
INDRAGIRI HILIR Di hamparan lahan seluas 1,5 hektare di Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, bulirbulir jagung yang menguning menjadi penand
Artikel
Tembilahan, (18/8/2026) Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, mengapresiasi kreativitas anak muda dan para pelaku seni daerah
Artikel
Tembilahan, (18/8/2026) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan apresiasi terhadap peran Pondok Pesantren Miftahul Hiday
Artikel
Kabupaten Bogor Ratusan massa dari berbagai Ormas Islam diantaranya FPI, BPPKB, serta majelis taklim menggelar unjuk rasa di depan pabrik
Artikel
INDRAGIRI HILIRSatuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indragiri Hilir (Inhil) memasang spanduk larangan balap liar di sepanjang Jalan Parit
Artikel
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE., MT., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti H
Artikel
BATANG TUAKA, INDRAGIRI HILIR Semangat kemerdekaan dan persatuan mewarnai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Re
Artikel