Kamis, 25 Juni 2026 WIB
Upaya Mencegah dan Memberantas Nyamuk Demam Berdarah

Jangan Dibuang, Ternyata Botol Bekas Minuman Bisa Basmi Nyamuk, Begini Cara Buatnya

- Senin, 17 Oktober 2016 18:20 WIB
959 view
Jangan Dibuang, Ternyata Botol Bekas Minuman Bisa Basmi Nyamuk, Begini Cara Buatnya
foto : Rahmad
Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Meranti, Dr Misri menunjukkan cara memanfaatkan botol bekas minuman menjadi alat praktis dan efektif mengatasi atau membasmi nyamuk.
SELATPANJANG - Banyak yang menganggap botol minuman plastik bekas selain dimanfaatkan kembali sebagai tempat minuman, bahan kerajinan, dan lain sebagainya bagi orang memiliki kreativitas, tidak akan berguna lagi. Bahkan dibuang atau dibiarkan begitu saja, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif.

Ternyata barang rongsokan ini terbukti praktis dan efektif bisa mengatasi atau membasmi nyamuk. Dengan tanpa mengeluarkan biaya, botol bekas minuman ini juga dapat mencegah berkembangbiaknya nyamuk - nyamuk di sekitar rumah.

Hal ini seperti diungkapkan, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Meranti, Dr Misri Hasanto saat berbincang-bincang dengan wartawan, Senin (17/10/16) siang.

Ia menjelaskan, mengatasi nyamuk dengan memanfaatkan botol bekas dibuat semacam jebakan (perangkap) nyamuk berupa larvitrap. Ukuran botol yang digunakan 1,5 liter, bisa juga lebih. Selain itu persiapkan isolasi, plastik hitam atau kertas, pisau cutter, dan kain berbentuk seperti saringan.

Cara membuatnya, botol bekas minuman dipotong menjadi dua pada sepertiga bagian atas pada tutup botol. Kemudian bekas botol yang berbentuk seperti corong itu jangan dibuang.

Baca Juga:

"Tapi balikkan posisi botol yang mengerucut itu digabungkan lagi dengan bekas potongan bagian bawah botol. Namun sebelumnya lubang pada botol itu diikat dengan saringan terlebih dahulu, baru kemudian diisi air secukupnya (hingga saringannya tenggelam)," jelasnya.

Dengan cara ini akan mempermudah masyarakat dalam membasmi nyamuk, terutama di daerah - daerah perkampungan (perdesaan). Ia menilai cara tersebut lebih mudah, praktis, tanpa mengeluarkan biaya, dan ramah lingkungan.

Baca Juga:

"Cara ini lebih praktis, tanpa biaya, dan tidak berbahaya sebab tidak menggunakan bahan-bahan kimia," ungkapnya.

Dr Misri juga mengatakan, bagi masyarakat yang ingin mencoba dengan cara baru dan praktis ini, tidak terlepas juga harus dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur

"Ini perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah (DBD). Kegiatan tersebut merupakan tindakan pencegahan penyebaran DBD yang dapat dilakukan secara mandiri," ucapnya.

Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.

Yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

"PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti.

Dia mengatakan, advokasi dan koordinasi dilakukan bersama yakni Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Diskes, Disdikbud, Kemenag, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Perwakilan Selatpanjang, PMI Kepulauan Meranti, Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, dan Forum Komunikasi Kader Kesehatan.

"Kita himbau kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan ini. Karena kegiatan ini butuh dukungan dan kerjasama dari pihak terkait terutama masyarakat itu sendiri," harapnya.

Sekedar informasi, secara publik, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke- 61, sekaligus peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 yang jatuh pada 12 November 2016 mendatang. Di gelar di Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Selatpanjang. (mad)

SHARE:
beritaTerkait
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil
Polres Indragiri Hilir Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Kapolsek Kateman Cup 2026 Resmi Dibuka, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80
Polsek Kateman Lanjutkan Bedah Rumah Layak Huni Hari Kedua, Wujud Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80
Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga
Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
komentar
beritaTerbaru