SELATPANJANG - Banyak yang menganggap botol minuman plastik
bekas selain dimanfaatkan kembali sebagai tempat minuman, bahan
kerajinan, dan lain sebagainya bagi orang memiliki kreativitas, tidak
akan berguna lagi. Bahkan dibuang atau dibiarkan begitu saja, sehingga
menimbulkan berbagai dampak negatif.
Ternyata barang
rongsokan ini terbukti praktis dan efektif bisa mengatasi atau membasmi
nyamuk. Dengan tanpa mengeluarkan biaya, botol bekas minuman ini juga
dapat mencegah berkembangbiaknya nyamuk - nyamuk di sekitar rumah.
Hal
ini seperti diungkapkan, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Kepulauan Meranti, Dr Misri Hasanto saat berbincang-bincang dengan
wartawan, Senin (17/10/16) siang.
Ia menjelaskan, mengatasi nyamuk
dengan memanfaatkan botol bekas dibuat semacam jebakan (perangkap)
nyamuk berupa larvitrap. Ukuran botol yang digunakan 1,5 liter, bisa
juga lebih. Selain itu persiapkan isolasi, plastik hitam atau kertas,
pisau cutter, dan kain berbentuk seperti saringan.
Cara
membuatnya, botol bekas minuman dipotong menjadi dua pada sepertiga
bagian atas pada tutup botol. Kemudian bekas botol yang berbentuk
seperti corong itu jangan dibuang.
Baca Juga:
"Tapi balikkan posisi
botol yang mengerucut itu digabungkan lagi dengan bekas potongan bagian
bawah botol. Namun sebelumnya lubang pada botol itu diikat dengan
saringan terlebih dahulu, baru kemudian diisi air secukupnya (hingga
saringannya tenggelam)," jelasnya.
Dengan cara ini akan
mempermudah
masyarakat dalam membasmi nyamuk, terutama di daerah - daerah
perkampungan (perdesaan). Ia menilai cara tersebut lebih mudah, praktis,
tanpa mengeluarkan biaya, dan ramah lingkungan.
Baca Juga:
"Cara ini lebih praktis, tanpa biaya, dan tidak berbahaya sebab tidak menggunakan
bahan-bahan kimia," ungkapnya.
Dr Misri juga mengatakan, bagi masyarakat yang ingin mencoba dengan cara baru dan praktis ini, tidak terlepas juga harus
dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni
menutup, menguras, dan mengubur
"Ini perlu digencarkan untuk
memberantas penyakit demam berdarah (DBD). Kegiatan tersebut merupakan
tindakan pencegahan penyebaran DBD yang dapat dilakukan
secara mandiri," ucapnya.
Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan
kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang
Nyamuk dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan
sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.
Yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk
kegiatan pencegahan seperti, menaburkan bubuk larvasida pada tempat
penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat
anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan
pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur
cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung
pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan
lain-lain.
"PSN perlu ditingkatkan terutama
pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan
dapat meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Sehingga
seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada
saat musim penghujan," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kepulauan
Meranti.
Dia mengatakan, advokasi dan koordinasi dilakukan bersama
yakni Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Diskes, Disdikbud,
Kemenag, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Perwakilan Selatpanjang, PMI
Kepulauan Meranti, Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, dan Forum
Komunikasi Kader Kesehatan.
"Kita himbau kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan
ini. Karena kegiatan ini butuh dukungan dan kerjasama dari pihak terkait
terutama masyarakat itu sendiri," harapnya.
Sekedar
informasi, secara publik, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
Peringatan HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke- 61, sekaligus
peringatan
Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 yang jatuh pada 12 November 2016
mendatang. Di gelar di Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Selatpanjang.
(mad)