PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru semakin mengkhawatirkan. Sampai saat ini jumlah kasus terus bertambah, secara keseluruhan sudah mencapai 152 kasus, 5 diantaranya meninggal dunia.
"Untuk kasus meninggal terjadi di kecamatan Tampan 2 orang, Marpoyan Damai 2 orang, dan Bukit Raya 1 orang," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Diskes Pekanbaru, Gustiyanti, Kamis (18/2/2016).
Gusti menjelaskan, adanya korban meninggal dunia akibat DBD karena pasien lambat dibawa ke rumah sakit. Jika pihak keluarganya segera membawa ke rumah sakit, sehingga kondisinya sudah terlanjur parah dan tidak tertolong.
"Bukan terlambat penanganan. Namun terlambat dibawa ke rumah sakit," sebutnya.
Menurut Gusti, gejala penderita DBD pada setiap orang tidak sama dan berbeda-beda. Ada sebagian orang hanya terlihat seperti demam biasa saja. Ada juga yang kelihatan tidak seperti demam biasa.
"Kadang kan gejala nggak sama setiap orang, karena kekebalan tubuh orang juga beda. Kalau misalnya demam, langsung saja periksakan. Jangan tunggu parah baru diperiksa," terangnya.
Seperti diketahui, dari 58 kelurahan di 12 kecamatan di Pekanbaru, sebanyak 40 kelurahan merupakan endemis penyebaran DBD. Dari 58 kelurahan itu, hanya kelurahan Kota Tinggi kecamatan Pekanbaru Kota, yang bebas nyamuk.
(syi)