Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Membuat Lebih Banyak Keputusan, Bisa Membuat Anda Mengalami Kenaikan Berat Badan.

- Sabtu, 07 November 2015 14:24 WIB
382 view
 Membuat Lebih Banyak Keputusan, Bisa Membuat Anda Mengalami Kenaikan Berat Badan.
internet
ilustrasi tubuh melar
JAKARTA, PESISIRNEWS.COM - Siapa yang tidak senang ketika mendapat promosi jabatan di kantor? Hal itu lumrah dirasakan semua orang. Namun, ada baiknya jika Anda juga memperhatikan pola hidup yang diterapkan pasca menduduki jabatan yang lebih tinggi di kantor.

Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan psikolog di University of Adelaide mengungkapkan bahwa mendapat jabatan yang lebih tinggi, di mana otoritas Anda lebih besar dan harus membuat lebih banyak keputusan, bisa membuat Anda mengalami kenaikan berat badan.

Para psikolog berasumsi bahwa tekanan yang terlalu berat saat membuat banyak keputusan bisa menyebabkan stress eating bahkan perubahan cara tubuh dalam memproses makanan. Untuk studi ini, psikolog mewawancarai 450 pria dan wanita pekerja kantoran yang berusia setengah baya.

"Kebebasan dalam bertindak merujuk pada kesempatan yang dimiliki seseorang untuk menggunakan keahliannya dalam menyelesaikan pekerjaan. Sementara, otoritas dalam mengambil keputusan lebih cenderung pada 'kekuatan' atau pengaruh individu ketika membuat keputusan di mana ia pun harus bertanggung jawab atas keputusannya itu," jelas salah satu peneliti dalam laporannya di jurnal Social Science & Medicine, dikutip dari Daily Mail pada Sabtu (7/11).

Menggunakan model Job-Demand-Control-Support, peneliti tak hanya tahu apakah peserta memiliki kontrol di kantornya, tetapi bagaimana sikap mereka dalam mengambil kontrol tersebut. Peneliti membagi bentuk kontrol pekerjaan menjadi dua tipe yaitu bebas dalam bertindak dan otoritas dalam mengambil keputusan.

Dengan menggunakan 36 skala pengukuran, peneliti menemukan karyawan yang bebas bertindak memiliki ukuran pinggang lebih kecil. Sedangkan karyawan yang memiliki otoritas dalam mengambil keputusan memiliki ukuran pinggang lebih besar. Secara khusus, penambahan satu unit indikator kebebasan dalam bertindak terkait dengan penurunan ukuran pinggang 0,5 cm.

Sementara, peningkatan satu unit indikator otoritas dalam membuat keputusan berhubungan dengan peningkatan 0,28 cm ukuran lingkar pinggang. Peneliti berasumsi, karyawan dengan otoritas membuat keputusan lebih mungkin merasa kewalahan dengan beban kerja yang mereka dapatkan.

"Akibatnya, pilihan yang terlalu rumit yang mereka hadapi bisa menyebabkan emosi negatif. Belum lagi mereka merasa menanggung beban cukup berat ketika keputusan itu diambil. Nah, hal ini bisa berpengaruh pada tingkat stres yang pada akhirnya berkaitan dengan pola makan yang diterapkan," lanjut peneliti.

Dalam keadaan stres, seseorang bisa mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan cenderung abai pada pola makannya. Selain itu, stres berpengaruh pada bagaimana tubuh memproses makanan hingga berpengaruh pada akumulasi lemak di tubuh. Untuk itu, peneliti menyarankan para karyawan untuk bisa mengelola stres mereka karena bagaimanapun, stres berlebih pastinya berdampak buruk bagi kondisi tubuh seseorang.


Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

sumber : detik.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru