PESISIRNEWS.COM, DUMAI – Kabut Asap yang melanda Kota
Dumai beberapa hari terakhir ini tentunya membuat dampak tidak baik bagi
kesetahan. Dimana, hingga Senin (14/09) Dinas Kesehatan Kota Dumai telah
mencatat sebanyak 822 warga yang menderita infeksi saluran pernapasan atas
(ISPA) akibat polusi asap yang semakin pekat belakangan ini.
" Sejak kualitas udara makin memburuk akibat kabut
asap, kunjungan masyarakat mengeluhkan sakit gangguan pernafasan dan tenggorokan
terus meningkat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai H. Paisal,
Senin (14/09) kemarin.
Jumlah penanganan kasus ISPA di semua pelayanan medis
kesehatan, beber mantan Direktur RSUD Dumai ini, terus mengalami peningkatan
hingga mencapai 822 warga penderita.
Baca Juga:
Kualitas udara yang mulai tergolong tidak sehat dan
membahayakan kesehaan makhluk hidup ini, tegas Paisal, mesti secepatnya diatasi
dan dicegah supaya tidak berdampak buruk lebih jauh.
Untuk pencegahan dampak luas penyakit akibat asap ini,
Dinkes telah mengintruksikan petugas medis agar memberikan pelayanan kesehatan
secara maksimal dan sosialisasikan cara pencegahan.
Baca Juga:
" Selain melayani keperluan medis masyarakat, kita
juga terus membagikan masker untuk mengantisipasi meluasnya penyakit akibat
asap ini," bebernya.
Paisal yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Kesra
Kota Dumai ini meminta agar masyarakat mengurangi aktivitas diluar ruangan dan memperbanyak
minum air putih, konsumsi makanan sehat dan bergizi supaya stamina kuat dan
tidak mudah diserang sakit.
Dinkes menyarankan pelajar sekolah untuk diliburkan
dari aktivitas belajar mengajar karena kabut asap sudah masuk dalam kategori
berbahaya bagi kesehatan.
Dari informasi yang diperoleh, mulai Senin (14/09),
Dinas Pendidikan Kota Dumai juga sudah mulai meliburkan semua peserta Didiknya dan
jika kondisi Kabut Asap di Kota Pelabuhan ini terus seperti ini, maka pada hari
selanjutnya Disdik juga menyarankan kepada pihak sekolah untuk tetap meliburkan
para peserta didiknya hingga kondisi udara di Dumai normal kembali.
Jarak Pandang Tidak Lebih 100 Meter
Sementara, Kabut Asap yang semakin hari, semakin tebal
di Kota Dumai tentunya membuat jarak pandang semakin dekat. Dimana,
diperkirakan jarak pandang di Kota Dumai saat ini tidak lebih dari 100 Meter.
Kepala Badan Meterelogi Klimatologi dan Geofisika
(BMKG) Pekanbaru Sugarin mengatakan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan
lahan membuat jarak pandang sangat terbatas.
" Jarak pandang tiga daerah Riau, yakni Kota Dumai,
Kabupaten Pelalawan, dan Rengat hanya sekira 100 meter," ujarnya kepada
wartawan, Minggu (13/09) kemarin..
Jarak pandang akibat kabut asap akibat kebakaran hutan
dan lahan tersebut terus memburuk sejak 2 September lalu. Menurut Sugarin,
kabut asap yang melanda wilayah Riau merupakan kiriman dari Provinsi Sumatera
Selatan dan Jambi.
Sementara itu, BMKG merilis terdapat 383 hot spot atau
titik panas yang tersebar di lima provinsi di Sumatera. Provinsi Sumatera
Selatan merupakan daerah penyumbang titik panas terbanyak dengan 300 "hot
spot".
" Selanjutnya 56 titik panas lainnya terdeteksi di
Jambi, 10 titik panas di Bangka Belitung dan tiga titik panas di Lampung dan
untuk titik panas di Riau terpantau sebanyak 14 titik dengan 11 diantaranya
dipastikan sebagai titik api," bebernya. (CP)