Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Wow... 4.460 KK di Meranti Belum Punya Akses Jamban

- Selasa, 12 Mei 2015 22:18 WIB
944 view
Wow... 4.460 KK di Meranti Belum Punya Akses Jamban
illustrasi
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Kesehatan, berupaya mendorong masyarakat untuk membangun sarana Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Hal itu terkait berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, tercatat sebanyak 4.460 KK di Sembilan Kecamatan yang belum mempunyai akses jamban.

Hal itu disampaikan Fasilitator STBM Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Syarief Lukman Hakim, beberapa waktu lalu, usai sosialisasi STBM di Grand Meranti Hotel. Dikatakan Syarief Lukman, pihaknya akan terus meng ODF (Open Defecation Free) kan kebiasaan masyarakat yang membuang air besar sembarangan, "Untuk Propinsi Riau dari OD menjadi ODF, baru Meranti saja yang masuk kedalam tahap deklarasi," kata Syarief.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehahatan Lingkungan (PMKL), Dr Rini Herlina Ria Sari, mengatakan dalam hal merubah prilaku masyarakat untuk tidak membuang air besar secara sembarangan pihaknya telah melakukan CLTS (community led total sanitation), yakni suatu pendekatan dengan memfasilitasi melalui proses sanitasi dan menginspirasi masyarakat serta memicu untuk selalu berperilaku hidup bersih.

"Upaya yang kita lakukan adalah bagaimana untuk merubah kebiasaan masyarakat tersebut. Kita tidak menggurui, tapi bagaimana masyarakat sebagai pemimpin yang sadar sendiri akan kesehatan mereka, atau yang lebih dikenal dengan natural leader," ungkap Rini.

Lebih lanjut Dikatakannya, STBM Meranti melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas II) sudah dimulai pada tahun 2014, dan ada 5 desa yang menjadi sasaran STBM yakni Desa Kudap, Alai Selatan, Batang Malas, Banglas Barat, dan Desa Topang, yang berhasil baru satu desa yakni Alai Selatan, Kecamatan Tebingtinggi Barat, "Keberhasilan lainnya adalah dinyatakannya Desa Bokor (non pamsimas II) sebagai desa bebas buang air besar sembarangan.

Lebih lanjut Kabid PMKL itu mengatakan bahwa pada tahun 2015, ada delapan desa yang mendapat program Pamsimas sebagai pelaksana pemicu. STBM 2015 yakni Desa Telesung, Sungai Tohor, Maini Darul Aman, Kundur, Tanjung Mantiasa, Tanjung Padang, dan Desa Putri Puyu.

"Untuk menerapkan ini benar-benar dari kesadaran masyarakat, sedangkan dari Pemerintah melalui Dinas Kesehatan hanya mempunyai bantuan operasional kesehatan, untuk melakukan pemicuan," kata Rini.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil
Polres Indragiri Hilir Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Kapolsek Kateman Cup 2026 Resmi Dibuka, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80
Polsek Kateman Lanjutkan Bedah Rumah Layak Huni Hari Kedua, Wujud Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80
Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga
Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
komentar
beritaTerbaru