Kamis, 07 Mei 2026 WIB

Pengecer Keluhkan Kecurangan APMS

Kurangi Takaran Hingga 20 Liter
- Selasa, 07 Juli 2015 20:57 WIB
469 view
Pengecer Keluhkan Kecurangan APMS
Ilustrasi

MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Sejumlah pengecer BBM jenis Premium di Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti, mengeluhkan pengurangan takaran minyak yang mereka dapatkan di pangkalan APMS. Kecurangan itu dilakukan dengan mengurangi takaran liter di setiap drumnya.

Salah seorang pengecer BBM jenis Premium, Zakir, yang berada dijalan Alahair itu mengaku takaran minyak yang ia beli di sebuah APMS Jalan Tanjung Harapan tidak sampai 200 liter per drumnya. Padahal harga yang ia bayarkan ke APMS sesuai harga HET yaitu Rp1.460.000 per drum.

"Pada umumnya, setiap APMS mengurangi takaran hingga 20 liter. Mau tidak mau kami harus beli. Selain tidak ada pilihan lain, hasil dari menjual minyak bisa buat menambah pendapatan,"ungkap pria yang juga memiliki bengkel sepeda motor ini.

Baca Juga:

Meskipun telah dikurangi oleh APMS, para pengencer tidak berani membuat laporan kepada pihak berwajib atas apa yang mereka alami. Mereka beralasan APMS tidak akan lagi memberikan jatah jatah premium.

Kecurangan APMS juga dirasakan oleh Zulkifli, seorang pengecer BBM jenis Premium di Kecamatan Rangsang Barat ini mengaku, untuk mensiasati kecurangan yang dilakukan APMS, ia harus menjual premium dengan harga jauh lebih mahal dari HET yang telah ditentukan Disperindag.

Baca Juga:

"HET nya kan Rp8000 per liter. Sementara APMS sudah kurangi takaran per drum sebanyak 20 liter. Kalau jual sesuai HET kami rugi. Yang seharusnya Rp1.460.000 dapat 200 liter, sekarang hanya dapat 180 liter. Belum lagi kami harus mengeluarkan upah angkut yang per drumnya sebesar Rp30 ribu," ungkapnya.

Untuk menghindari rugi, saat ini Zulkifli terpaksa menjual premium dengan menggunakan botol air kemasan berukuran 1,5 liter seharga Rp17 ribu per botol .

"Ya terpaksa harus begitu, kalau tidak semua pengecer akan rugi. Sementara APMS tidak mau menjual langsung ke masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Aling, pengelola APMS Bumi Meranti Sejahtera di Jalan Tanjung Harapan mengaku sudah mengisi BBM sesuai takaran. Ia juga menjelaskan pihaknya sudah menerima alat takar yang diberikan Disperindag.

"Setiap mengisi kami selalu menggunakan alat takar. Mungkin saja ada tukang angkut yang disewa para pengecer sengaja mengurangi BBM mereka ditengah jalan", ujarnya.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Enok Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Dua Pelaku Diamankan
Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen
Bimtek dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK Perkuat Kelembagaan Desa di Inhil 2026
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
komentar
beritaTerbaru