Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Kampar Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diintensifkan. Hingga Selasa (25/8/2026), jumlah hotspot ya
Lingkungan
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Sejumlah pengecer BBM jenis Premium di Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti, mengeluhkan pengurangan takaran minyak yang mereka dapatkan di pangkalan APMS. Kecurangan itu dilakukan dengan mengurangi takaran liter di setiap drumnya.
Salah seorang pengecer BBM jenis Premium, Zakir, yang berada dijalan Alahair itu mengaku takaran minyak yang ia beli di sebuah APMS Jalan Tanjung Harapan tidak sampai 200 liter per drumnya. Padahal harga yang ia bayarkan ke APMS sesuai harga HET yaitu Rp1.460.000 per drum.
"Pada umumnya, setiap APMS mengurangi takaran hingga 20 liter. Mau tidak mau kami harus beli. Selain tidak ada pilihan lain, hasil dari menjual minyak bisa buat menambah pendapatan,"ungkap pria yang juga memiliki bengkel sepeda motor ini.
Baca Juga:
Meskipun telah dikurangi oleh APMS, para pengencer tidak berani membuat laporan kepada pihak berwajib atas apa yang mereka alami. Mereka beralasan APMS tidak akan lagi memberikan jatah jatah premium.
Kecurangan APMS juga dirasakan oleh Zulkifli, seorang pengecer BBM jenis Premium di Kecamatan Rangsang Barat ini mengaku, untuk mensiasati kecurangan yang dilakukan APMS, ia harus menjual premium dengan harga jauh lebih mahal dari HET yang telah ditentukan Disperindag.
Baca Juga:
"HET nya kan Rp8000 per liter. Sementara APMS sudah kurangi takaran per drum sebanyak 20 liter. Kalau jual sesuai HET kami rugi. Yang seharusnya Rp1.460.000 dapat 200 liter, sekarang hanya dapat 180 liter. Belum lagi kami harus mengeluarkan upah angkut yang per drumnya sebesar Rp30 ribu," ungkapnya.
Untuk menghindari rugi, saat ini Zulkifli terpaksa menjual premium dengan menggunakan botol air kemasan berukuran 1,5 liter seharga Rp17 ribu per botol .
"Ya terpaksa harus begitu, kalau tidak semua pengecer akan rugi. Sementara APMS tidak mau menjual langsung ke masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Aling, pengelola APMS Bumi Meranti Sejahtera di Jalan Tanjung Harapan mengaku sudah mengisi BBM sesuai takaran. Ia juga menjelaskan pihaknya sudah menerima alat takar yang diberikan Disperindag.
"Setiap mengisi kami selalu menggunakan alat takar. Mungkin saja ada tukang angkut yang disewa para pengecer sengaja mengurangi BBM mereka ditengah jalan", ujarnya.(Adi)
Kampar Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diintensifkan. Hingga Selasa (25/8/2026), jumlah hotspot ya
Lingkungan
TEMBILAHAN Sifat jujur, berkasih sayang, adil dan kepedulian sosial yang melekat pada diri Baginda Rasul menjadi tuntunan bagi umat agar ta
Islam
TEMBILAHAN Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini, S.Sos., M.Si., menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada
Artikel
Pekanbaru Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan seluruh jajaran saat ini hanya memiliki satu fokus, yakni menuntaskan pemadaman k
Artikel
TEMBILAHAN Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan menjadi momentum untuk memperkuat
Artikel
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskomin
Artikel
TEMBILAJAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir mencatat sebanyak 80 titik hotspot yang tersebar di 9 kecam
Lingkungan
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman mengapresiasi semangat kebersamaan, sportivitas dan kekompakan yang ditunjukkan selu
Olah Raga
INDRAGIRI HILIR Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 0314 Inhil Letkol Arm. Wahib Musto
Artikel
PEKANBARU, Minggu, 23 Agustus 2026 Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan stakeholder terkait terus meningkatkan kewaspadaan s
Artikel