Rabu, 29 April 2026 WIB

Kembali Makan Korban, OJK Diminta Masifkan Sosialisasi Literasi Keuangan Terhadap Pinjol

- Senin, 12 September 2022 10:37 WIB
1.469 view
Kembali Makan Korban, OJK Diminta Masifkan Sosialisasi Literasi Keuangan Terhadap Pinjol
Ilustrasi: Kantor Pinjol. (Foto: Dok. Antara)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Pinjol yang dianggap menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah keuangan telah mendapat perhatian tersendiri di masyarakat.

Namun tingginya minat masyarakat terhadap tawaran pinjaman online atau Pinjol ilegal tak jarang menimbulkan korban. Terbaru korban mengalami ancaman dan tekanan jiwa yang berujung bunuh diri.

Kasus ini menimpa GRD (30), pria yang berprofesi sebagai perawat asal Jalan Suripto, Surabaya nekat mengakhiri hidupnya lantaran terjerat pinjol. Dia juga mendapat teror karena tak bisa membayar cicilan pinjolnya.

Baca Juga:

Fenomena Pinjol di satu menjadi solusi keuangan yang sangat digandrungi masyarakat. sayangnya, mekanisme penagihan yang tidak manusiawi sering kali menjadi ancaman secara psiko-sosial.

"Perkembangan teknologi dan informasi hampir selalu menimbulkan motif kejahatan sosial ekonomi, terutama yang berkaitan dengan data pribadi dan keuangan. Masyarakat harus dibekali dengan Literasi keuangan yang memadai," kata Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin kepada wartawan, Minggu (11/9).

Baca Juga:

Untuk itu, Sultan mengaku sangat prihatin dengan pilihan masyarakat yang tidak berhati-hati dalam memutuskan untuk mengajukan pinjaman online.

Masalahnya lembaga keuangan berbasis digital, problemnya ada pada rendahnya literasi keuangan masyarakat kita.

[br]

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu mengungkapkan bahwa berdasarkan survei OJK, indeks literasi keuangan masyarakat masih hanya 38,03 persen. Sedangkan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19 persen.

"Artinya terdapat gap yang sangat beresiko bagi masyarakat Indonesia yang cenderung ceroboh dalam mengambil keputusan keuangan. Kami mendorong Pemerintah melalui OJK untuk memasifkan sosialisasi terkait potensi dan motif kejahatan keuangan di era digital demi meningkatkan kualitas literasi keuangan masyarakat," ujarnya.

"Dampak rendahnya kualitas literasi keuangan bahkan memakan korban masyarakat yang tergolong berpendidikan di banyak daerah," imbuhnya. (PNC/KBRN)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Korban Kebakaran: Kami Tak Sendiri, Terimakasih IKA SMAN 1 Tembilahan
Petugas BPBD Inhil Evakuasi Korban Laka Laut di Perairan Sungai Dusun
Idul Adha, Polres Inhil Potong Kurban 7 Sapi dan 2 Kambing
Bupati Inhil Tinjau Hewan Kurban Bantuan Presiden dan Gubernur, Siap Berlebaran Bersama Masyarakat di Sungai Guntung
Wakil Bupati Inhil Salurkan Bantuan Pada Masyarakat Terdampak Banjir Di Lahang Hulu
OJK prov Riau Bekerja Sama Dengan TPAKD Inhil Taja Edukasi dan Literasi Pada Guru Honor Dan IRT
komentar
beritaTerbaru