Kamis, 30 Juli 2026 WIB

Anggota Brimob Berhasil Bebaskan Walikota Medan Dari Sekapan Teroris

- Kamis, 22 Desember 2016 12:52 WIB
1.151 view
Anggota Brimob Berhasil Bebaskan Walikota Medan Dari Sekapan Teroris
Tribunnews.com
Simulasi pembebasan Walikota Medan dari penyekapan teroris.
PESISIRNEWS.COM, MEDAN - Walikota Medan T Dzulmi Eldin diculik sekelompok teroris ketika memantau pengamanan Natal dan Tahun Baru di Medan, Kamis (22/12/2016).

Ia diculik dan dibawa ke suatu rumah, yang di dalamnya terdapat bom waktu. Saat penculikan terjadi, sejumlah Satpol PP yang mengawal Edlin tewas ditembaki.

Petugas Brimob yang kebetulan melakukan patroli kemudian melakukan pengejaran terhadap empat kawanan teroris yang datang dengan membawa senjata api laras panjang.

Dalam simulasi pengamanan Natal dan Tahun Baru itu, petugas Brimob yang melakukan pengejaran berhasil mengetahui rumah tempat Eldin disekap.

Mereka kemudian membentuk tim untuk menyergap kelompok sparatis tersebut. Hampir 15 menit melakukan pengepungan, kelompok teroris berhasil dilumpuhkan. 

Walikota yang kebetulan berada di dalam rumah berhasil diamankan ke dalam mobil Brimob.
Meski walikota sudah dievakuasi, bom waktu tetap berada di dalam bangunan. Guna menghindari jatuhnya korban, bom dievakuasi ke dalam tong peledak.

Sayangnya, belum lagi sampai ke mako Brimob, bom waktu telah meledak. Namun beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa penculikan ini. Drama ini hanya simulasi pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Sumber: Tribunnews.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Batalkan Hasil Tender di KNIA Setelah Diduga 'Main Mata' dengan IAS Support, PT Duta Agung Siap Pidanakan AP Aviasi*
Personel Brimob Polda Riau Gugur dalam Tugas Usai 3 Pekan Bertarung Padamkan Karhutla di Rokan Hilir
Peringatan HBP ke 61, Lapas Klas I Medan Gelar Razia dan Aksi Bersih-bersih Tindak Kejahatan
Bawaslu Inhil Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu
Sejumlah Petinggi TKN Prabowo-Gibran Mendapat Kursi di Badan Usaha Milik Negara
Sistem Kelistrikan Sumatera Terganggu Picu Pemadaman Serentak, Bukti Kegagalan Subholding PLN
komentar
beritaTerbaru