Kamis, 20 Agustus 2026 WIB

Gafatar Ada di Riau Sejak 2011, Ini Aktivitasnya

- Rabu, 13 Januari 2016 07:40 WIB
1.154 view
Gafatar Ada di Riau Sejak 2011, Ini Aktivitasnya
Foto: Internet.
PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dikenal aktif dalam kegiatan bakti sosial di Riau. Gafatar kerap membuat acara donor darah dan seminar kebangsaan di tengah masyarakat.

"Mereka aktif buat kegiatan kesehatan masyarakat saat Car Free Day di Pekanbaru," kata warga Pekanbaru, Arif Gunawan, Selasa (12/1/2016) kemaren.

Arif kerap menjumpai kalangan aktivis organisasi Gafatar buat kegiatan cek kesehatan seperti pemeriksaan tensi dan donor darah di Car Free day, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

Namun kata Arif, dia tidak pernah menemukan adanya kejanggalan dalam kegiatan tersebut. Hal itu dijumpainya sekitar pertengahan 2015. "Mereka hanya sosialisasi kegiatan kemasyarakatan, seperti kebersihan dan kesehatan," jelasnya.

Warga Pekanbaru lainnya, Vavaldi menjelaskan Gafatar juga pernah buat aksi sosial donor darah di Desa Pasir Putih, Siak Hulu. "Saya pernah lihat aksi mereka saat buat kegiatan donor darah," ucapnya.

Warga lainnya, NS mengaku sempat mengenal seorang pengurus DPD Gafatar Riau. Menurut NS, ia kerap diajak diskusi soal kebangsaan dan agama oleh pengurus. Namun NS mengaku tidak begitu paham dengan debat keagamaan dan tidak mengikutinya. "Tapi tidak pernah saya tanggapi," katanya.

Para pengurus Gafatar kata NS, memang kerap buat seminar dengan tema Nasionalis dan keagamaan. Kemudian buat kegiatan bakti sosial. "Dalam kegiatannya mereka sering mendatangkan pejabat," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau tidak pernah melarang kegiatan Gafatar sejak memiliki izin berorganisasi di Riau pada 2011. Selama berada di Riau organisasi itu disebut belum pernah memperlihatkan gerakan yang berbahaya bagi masyarakat.

“Kami hanya memantau saja setiap kegiatan mereka,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Ardi Basuki.

Ardi mengatakan, Gafatar merupakan organisasi masyarakat yang terdaftar di Riau sejak 7 Desember 2011 dengan mengantongi Surat Keterangan Terdaftar nomor 137/BKBPPM/SKT/XII/BR/2011. Namun pengurus tidak melakukan perpanjangan izin yang telah berakhir 7 Desember 2015.

Pemerintah Riau melalui Kesbangpol tidak bisa begitu saja melakukan pelarangan sebelum ada bukti. Dalam pemantauan itu pemerintah daerah koordinasi bersama Satuan Intel Kepolisian Daerah Riau, Badan Intelijen Nasional (BIN) dan Komando Resort Militer (Korem). “Kami tidak pernah larang,” ujarnya.

Ardi mengatakan, sejak enam bulan belakangan organisasi Gafatar sudah bubar di Riau. Kantor Sekretariatnya di Jalan Arifin Ahmad , Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Ardi mengaku tidak bisa menyimpulkan semua organisasi Gafatar dianggap sesat dan berbahaya menyusul kasus hilangnya beberapa orang di Pulau Jawa, termasuk kasus dokter Rica Tri Handayani dan balitannya, Zafran Alif Wicaksono yang disebut-sebut organisasi tersebut. "Kami akan diskusikan dengan kepolisian terkait organisasi ini," ujarya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD Gafatar Riau, Nasrul tidak menjawab panggilan telepon. Pesan singkat yang dikirm tidak berbalas.


Cari berita terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI


Sumber: tempo.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Remaja dari Medan Ini Ditangkap Polisi di Pekanbaru Saat Ingin Gabung Aliran Sesat
Sebut Berkopiah Najis, Sebuah Aliran di Solok Selatan Ditolak Warga
Majelis Adat Dayak Nasional Tolak Gafatar di Kalimantan
MUI Akhirnya Terbitkan Fatwa, Gafatar Sesat dan Menyesatkan
MUI Dumai Imbau Umat Islam Lebih Waspada Terhadap Aliran Sesat
Kesbangpolinmas Akan Bekukan Izin Gafatar di Dumai
komentar
beritaTerbaru