Kamis, 20 Agustus 2026 WIB

Banyak Orang Hilang Misterius Usai Gabung Gafatar, MUI Riau Imbau Masyarakat Waspada

- Selasa, 12 Januari 2016 18:20 WIB
1.152 view
Banyak Orang Hilang Misterius Usai Gabung Gafatar, MUI Riau Imbau Masyarakat Waspada
Foto: Ilustrasi.
PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Nama organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mendadak menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Banyak orang dikabarkan hilang karena diduga mengikuti organisasi tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pergerakan organisasi tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat Riau agar waspada paham Gafatar. MUI pusat sudah memfatwakan untuk menolak organisasi ini," papar Ketua MUI Riau HM Nazir Karim, Selasa (12/1/2016).

Sambung HM Nazir Karim, MUI telah meminta Gafatar untuk menghentikan segala aktivitasnya sejak lama. Namun pergerakan organisasi ini tetap berlangsung. Ia pun sangat khawatir ketika media nasional mulai banyak memberitakan orang hilang yang diduga mengikuti organisasi tersebut.

"Gafatar punya banyak cabang, kepengurusannya dimana-dimana. Meski sudah dilarang, organisasi ini masih ada, malah sering berganti nama. Ini yang kami khawatirkan," katanya lagi.

HM Nazir Karim meminta masyarakat untuk memproteksi diri dari segala ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Menurutnya, era modern ini banyak aliran sesat yang menggunakan bermacam-macam konsep terselubung mengatasnamakan Islam namun bertentangan dengan ajaran Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam.

"Kita berpedoman pada Al Quran. Jangan ikuti ajaran yang bertentangan dengan Al Quran," tegas Ketua MUI Riau tersebut.

Saat ini, kalangan masyarakat sedang meresahkan kabar beberapa orang yang dilaporkan hilang karena diduga mengikuti Gafatar. Orang hilang tersebut, diantaranya, dr Rica Tri Handayani, Diah Ayu Yulianingsih, seorang ibu putra satu anak dari Sleman; ES, seorang PNS RSUP Dr Sardjito; hingga seorang pelajar tingkat SMA, Ahmad Kevin Aprilio, dikabarkan menghilang dengan dikaitkan dengan Gafatar.

Menyeruaknya kabar orang hilang yang diduga terlibat dalam organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) membuat MUI Provinsi Riau juga mewanti-wanti pemerintah agar tidak kecolongan dalam memberikan izin kepada organisasi masyarakat (ormas).

"Untuk kedepannya, Kesbangpol Riau harus berhati-hati sebelum memberikan izin kepada ormas. Jangan sampai kecolongan," ungkap Ketua MUI Riau HM Nazir Karim.

Menurutnya, Kesbangpol Riau harus berkoordinasi dengan MUI Riau terkait pemberian izin kepada organisasi yang berbasis islam. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menekan berkembangnya aliran sesat di Riau.

"Kami minta bagian Kesbangpol Riau berkoordinasi kepada kami sebelum memberikan izin kepada ormas islam yang baru. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbaunya.

Sambung HM Nazir Karim, seharusnya organisasi Gafatar telah menghentikan segala aktivitasnya sesuai Fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI pusat.

"Gafatar ini organisasi yang terlarang, MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang itu," tuturnya lagi.


Ikuti terus perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Remaja dari Medan Ini Ditangkap Polisi di Pekanbaru Saat Ingin Gabung Aliran Sesat
Sebut Berkopiah Najis, Sebuah Aliran di Solok Selatan Ditolak Warga
Majelis Adat Dayak Nasional Tolak Gafatar di Kalimantan
MUI Akhirnya Terbitkan Fatwa, Gafatar Sesat dan Menyesatkan
MUI Dumai Imbau Umat Islam Lebih Waspada Terhadap Aliran Sesat
Kesbangpolinmas Akan Bekukan Izin Gafatar di Dumai
komentar
beritaTerbaru