Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
INDRAGIRI HILIR Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkunga
Artikel
Pesisirnews.com - Pendiri Dinasti Ming adalah Kaisar Hongwu, dan dia dianggap sebagai salah satu Kaisar Tiongkok yang paling berpengaruh dan penting dalam sejarah peradaban Tiongkok kuno.
Era Dinasti Ming China berlangsung selama 276 tahun (1368 - 1644 M).
Disitat dari Grid.id/Intisari-online.com, Hongwu pada mulanya adalah seorang biksu tanpa uang yang berkeliaran dan mengembara di China.
Baca Juga:
Dia kemudian tumbuh menjadi salah satu panglima perang paling kuat di Asia.
Pada tahun 1368 Hongwu memimpin pasukan dan berhasil mengusir penjajah Mongol yang telah memerintah China selama satu abad.
Baca Juga:
Setelah sukses mengusir penjajahan bangsa Mongol, dia menjadi Kaisar dan mendirikan dinastinya dengan mengadopsi nama “Mingâ€, kata mandarin untuk brilian.
Sayangnya Kaisar Hongwu yang terkenal kekejamannya di medan perang, membawa tabiat itu saat dia telah menjadi penguasa.
Kaisar Hongwu diketahui gemar memuaskan hasrat birahinya dengan banyak wanita. Di balik pintu tertutup dia mengurung selir dan menyiksa mereka.
Kebanggaan dan kecemburuannya terhadap para selir mendorong dia berlaku brutal untuk mengendalikan setiap aspek kehidupan selir-selirnya.
Untuk terus dapat mengendalikan para selir, bahkan setelah kematiannya, dia memulai tradisi di mana selir akan dibunuh, dipaksa untuk bunuh diri, atau dikubur hidup-hidup bersama kaisar yang telah meninggal.
[br]
Baik Yongle maupun Kaisar Hongxi, dua penerus Kaisar Hongwu, melanjutkan tradisi mengerikan ini.
Kaisar Yongle terkenal karena menciptakan ibu kota kedua bagi China, selain Nanjing, dan menamakannya Beijing seperti yang masih disebut sampai sekarang.
Di sini Yongle membangun “Kota Terlarang,†Istana Kekaisaran China di Beijing, yang berlangsung dari tahun 1420-1912.
Pemerintahannya memberikan campuran reformasi militer, ekonomi, dan pendidikan dalam gaya pemerintahan diktatornya.
Namun, tindakan kekejamannya banyak dan didokumentasikan dengan baik.
Pada 1421, tak lama setelah Yongle menampilkan Kota Terlarang pada Hari Tahun Baru, ada desas-desus bahwa salah satu selir favorit kaisar telah bunuh diri karena dia berselingkuh dengan seorang kasim istana karena impotensi kaisar.
Merasa dipermalukan, kaisar mulai bekerja membungkam semua yang terlibat dan tahu tentang kondisi ‘kejantanan’ kaisar yang bermasalah tersebut.
Dia memberi tahu seluruh istana bahwa selir yang bersangkutan telah diracuni, dia kemudian mengumpulkan 2.800 wanita dari harem-nya dan menyuruh mereka semua dieksekusi dengan cara diiris.
Dalam eksekusi massal ini, gadis-gadis berusia 12 tahun dihukum mati. Meskipun pembantaian ini tidak disebutkan dalam catatan sejarah resmi, tetapi ada catatan tertulis dari salah satu selirnya yang lain, Nyonya Cui, yang sedang pergi dari istana pada saat terjadinya pembantaian itu.
Tak lama setelah itu, Lady Cui serta 15 selir kaisar yang tersisa digantung dengan menggunakan tali sutra putih di aula Kota Terlarang pada hari pemakaman Yongle.
[br]
Tak terhitung berapa banyak jumlah wanita yang dijadikan selir di era Dinasti Ming, tetapi beberapa Kaisar Ming memiliki lebih dari 9.000 selir.
Selain di era Dinasti Ming, menurut beberapa catatan sejarah, Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang memiliki sekitar 40.000 selir (tidak hanya selir, tetapi kebanyakan dari mereka adalah pelayan, yang bisa berhubungan seks dengan kaisar setiap saat).
Tentu saja, karena energi seseorang sangat terbatas untuk dapat melampiaskan hasrat seksualnya, tidak semua selir dapat digauli kaisar.
Saking banyaknya jumlah selir kaisar, sebagian besar selir juga banyak yang tak 'tersentuh' kaisar, bahkan mereka banyak yang belum pernah melihat kaisar dalam hidup mereka, hingga lebih dari 30 tahun setelah mereka dibebaskan.
Kekejaman di era Kekasiaran Ming dikenal tidak mengenal batas, dan secara khusus ditargetkan terhadap selir-selir kekaisaran.
Banyak di antaranya telah diculik dari rumah mereka dan dilarang meninggalkan penjara berlapis emas mereka, kecuali ketika mereka dipanggil ke tempat tidur kaisar.
[br]
Paktik biadab mengikat kaki sangat menonjol saat itu, agar para wanita tidak dapat melarikan diri atau bahkan berjalan ke kamar tidur kaisar. Bahkan wanita dapat dibawa dalam keadaan telanjang meski mereka sedang hamil.
Namun, Kaisar Zhengtong menghapus praktik itu dalam surat wasiatnya pada tahun 1464, sehingga selir kaisar lainnya hanya perlu takut kehilangan bantuan daripada kehilangan nyawa mereka.
Terlepas dari sisi kelam kisah mengenai eksploitasi seksual, era Dinasti Ming digambarkan sebagai salah satu era terbesar pemerintahan yang tertib dengan stabilitas sosial yang kuat dalam sejarah manusia.
Dinasti ini menjadi negara adidaya global, melakukan ekspedisi laut besar sebelum Christopher Columbus, dan memproduksi buku sebelum penemuan mesin cetak di Inggris. (PNC)
INDRAGIRI HILIR Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkunga
Artikel
Tembilahan Pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diarahkan tidak berhenti pada sektor perkebunan, tetapi ju
Artikel
INDRAGIRI HILIR Warga bersama personel Polsek Mandah dan Koramil 08 Mandah menemukan seekor hewan mamalia laut yang diduga merupakan ban
Artikel
Tembilahan, (22/9/2026) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Penilaian Interviu Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital Tahu
Artikel
BANJAR XII Ribuan warga Kabupaten Rokan Hilir berkumpul di halaman Mapolres Rokan Hilir, Selasa (22/9/2026), untuk mengikuti Tabligh Akb
Islam
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Sebanyak 70 orang kontingen asal Indragiri Hilir (Inhil), akan berkompetisi di Pekan Olahraga, Seni dan Pembel
Olah Raga
Tembilahan Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan jajaran Kejaksaan terus diperkuat. Hal tersebut mengemuka saa
Artikel
TEMBILAHAN Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) terus
Artikel
INDRAGIRI HILIR Polres Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi dalam bidang pelayanan publik. Polres Inhil menerima Piagam Pengharga
Artikel
INDRAGIRI HILIR Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Indragiri Hilir mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis
Hukrim