Sabtu, 19 September 2026 WIB

Ini Kisah Pentolan Preman Tak Bisa Mati,Kini Belajar Ke Jalan Yang Baik

Haikal - Minggu, 19 September 2021 17:44 WIB
1.965 view
Ini Kisah Pentolan Preman Tak Bisa Mati,Kini Belajar Ke Jalan Yang Baik
Hercules foto schreenshot 
PESISIRNEWS.COM-Pentolan preman paling tersohor di Indonesia,siapa yang tak kenal Hercules Pada acara ngobrol bersama Gus Miftah, Jumat (17/09/2021) malam, pria yang dikenal sebagai preman tak bisa mati ini membagikan kisahnya di dunia gelap masa lalu.
Siapa sangka sosok preman sangar dan ditakuti semua orang kini sudah berubah, menata kehidupan yang lebih baik dan mulia.
Sebelum beradu nasib di Jakarta, dirinya pernah tinggal di Timor Timur. Kemudian, pada saat itu dirinya dipercaya menjaga operasi militer di bagian logistik, tepatnya saat usainya sekira 20 tahun.
Mandat dan kepercayaan itu dia pegang sehingga kebaikannya itu diabadikan pada sebuah penghargaan bintang jasa X pejuang Timor Timur.[br]
Awal mula Hercules datang ke Jakarta pada 1980an untuk dirawat di RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Ini terkait penyembuhan luka di tangannya. Di Jakarta, dia ditempatkan di pusat latihan pendidikan.
Kesehariannya dia habiskan berkumpul bersama teman-temanya hingga pada 1990. Dirinya ditarik kembali masuk ke dalam korem. Akan tetapi, pria yang memiliki nama asli Rozario Marshal ini tidak mau dan memilih kabur dan memulai kehidupannya di Tanah Abang serta mulai dikenal banyak orang.
Pada 1990an dalam sehari berkecimpung di Tanah Abang dirinya meraup penghasilan besar. "Kami dan 50 orang harus kembali ke korem dengan gaji Rp75 ribu, kalau di Tanah Abang sehari bisa dapat Rp1 juta," ujar Hercules.
Akan tetapi tidak mudah tinggal dalam dunia kelam bagi seorang preman. Dirinya kerap dikenal sebagai preman kebal, terlihat dirinya dikenal sebagai preman kebal 16 bacokan. Hercules pun membagikan cerita masa kelamnya tersebut sering mengalami pembacokan.[br]
"Hampir setiap malam dibacok orang, mungkin cuma belum waktunya mati paling,” ujar Hercules.
Semejak dirinya sering dituduh terkait kriminalisme oleh petinggi dalam hal pemerasan, perlahan-lahan Hercules pun mulai bertaubat ke arah jalan yang benar. Kendati demikian, Hercules sama sekali tidak pernah memakai cara dan gaya premanisme terkait pemerasan yang dilakukannya.
Dirinya mengaku kerap dizalimi oleh seseorang yang memiliki kekuatan jabatan dan pangkatnya untuk menjatuhkannya ke dalam penjara. Namun, begitu dirinya tidak takut dalam membela prinsip hidupnya.
"Saya prinsipnya tidak usah takut sama manusia, selama kita benar. Mati dan hidup ada di tangan Allah, bukan di tangan manusia," katanya lagi.
Hingga pada akhirnya, proses dari masa lalu dijadikannya sebuah pembelajaran dan perlahan dirinya memulai menata kehidupannya.[br]
Saat ini sosoknya menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Dirinya dikenal sebagai pebisnis sukses yang berhasil menyekolahkan ketiga anaknya di luar negeri dan membantu memberikan dana santunan sebanyak 4 ribu anak yatim.
Saat ini dirinya menjalani bisnis dalam bidang perkapalan, usaha pertanian, usaha pasar dan juga bekerja di perusahaan.
Pada akhir perbincangan ngobrol bersama Gus Miftah dirinya menyampaikan berbagai pesan inspiratif dan menohok pada masyarakat terkait proses masa lalunya yang kelam.
"Untuk belajar ke jalan yang baik dan lurus rupanya masih dapat diperbaiki perbaiki perlahan-lahan. Selama Allah kasih, saya kesempatan untuk memperbaiki, maka perbaiki,” ucapnya.(Calebrity).

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bocah 3 Tahun Disamping Jasad Neneknya Yang Sudah Bauk Menyengat Tiga hari Tak Makan
Perolehan Medali Sementara PON XX Papua,Riau Masuk 10 Besar
Jajaran Polres Inhil Bagikan Bantuan Paket Sembako dan Nasi Kotak Untuk Penjaga Masjid Di Tembilahan
7 Orang Pelanggar Prokes Di Tembilahan Sidang Di Tempat
Wakil Ketua DPRD DR H Maryanto SE Pimpin Rapat Paripurna Ke 14
Terkait Pemabakaran Mimbar Mesjid Menkopolhukam Mahfud MD,Ingatkan Aparat Kepolisian Tidak Terburu Buru Pelaku Dinyatakan Ganguan Jiwa
komentar
beritaTerbaru