Jumat, 23 Oktober 2026 WIB

Walhi: Tren Batu Akik Picu Kerusakan Lingkungan Hidup

Tren batu akik membuat eksploitasi besar-besaran di sejumlah daerah.
- Selasa, 20 Januari 2015 17:41 WIB
2.107 view
 Walhi: Tren Batu Akik Picu Kerusakan Lingkungan Hidup
ACEH, PESISIRNEWS.com - Tren batu akik kini menjadi ladang mata pencaharian baru bagi sebagian orang. Kilauan batu akik ini diyakini para perajin dan pengolah batu mampu mendulang rupiah. Tapi kilauan batu akik itu tak selalu berbanding lurus dengan fakta yang terjadi di daerah-daerah penambangan.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur, mengatakan penambangan batu giok atau akik ini menambah daftar tantangan yang dihadapi sumberdaya alam Aceh atas pengerusakan lingkungan hidup. Bahkan bencana ekologi, seperti  banjir dan longsor merupakan kejadian yang terus mengulang hingga awal tahun 2015.

"Belum cukup semua pihak belajar dari fakta-fakta yang sudah menimpa kerugian Aceh dari sektor pengerusakan sumberdaya alam oleh berbagai bisnis sektor sumberdaya yang merusak tanpa terkendali," kata Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur dirilis kepada VIVA.co.id, Selasa, 20 Januari 2015.

Di Aceh, dan beberapa daerah lainnya, tren batu akik dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan baru warga. Tapi sayangnya, para warga lupa menghitung untung-rugi atau dampak lingkungan yang ditimbulkan pasca pengambilan bongkahan batu-batu sebagai bahan baku untuk diolah menjadi perhiasan.

"Semua pihak harusnya paham bahwa bumi ini, tanah ini butuh penjaga keseimbangan sebagai penyangga," ujar M Nur.

Meski karakteristik  penambangan batu akik ini masih menggunakan cara-cara tradisional, tapi menurut UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, harusnya tidak bisa diabaikan begitu saja sebagai payung hukum yang memberikan perlindungan bagi keseimbangan ekosistem.

Nur menambahkan, jika dianggap terjadi kekosongan hukum dalam hal pertambangan jenis giok atau batu akik ini sudah tentu akan membuat Aceh sering kecolongan dari sektor pencegahan yang masif terhadap penambangan batu giok yang ada di Aceh.

"Demi menjaga kekayaan sumberdaya alam Aceh idealnya semua pihak harus mengambil peran memberikan perlindungan dengan cara tidak ikut andil merusak lingkungan yang semakin mengkhawatirkan," ucapnya.VIVA.co.id

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
Pj Bupati Inhil Erisman Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan
Pj Bupati Inhil Tinjau Progres Pekerjaan Semenisasi Bersama Kadis Perkim
Kadis Diskominfo Pers Inhil Trio Beni Putra Raih Program Doktor di Bidang Ilmu Lingkungan Hidup
Presiden Tekankan Pembangunan Infrastruktur harus Ramah Lingkungan
Wapres Berharap Makin Banyak Perusahaan yang Jadi Agen Perubahan Lingkungan
komentar
beritaTerbaru