Jumat, 23 Oktober 2026 WIB

Haminjon dan Ekaliptus Hijaukan Pusuk Buhit

- Rabu, 03 Desember 2014 13:19 WIB
863 view
Haminjon dan Ekaliptus Hijaukan Pusuk Buhit
PENGHIJAUAN Wilmar Simanjorang menanam Haminjon untuk penghijauan di kawasan Pusuk Bukit beberapa waktu lalu. (medanbisnis/ist)
MEDAN, PESISIRNEWS.com - Pangururan. Haminjon dan ekaliptus termasuk diantara vegetasi yang ditanam untuk menghijaukan Pusuk Buhit, gunung tertinggi di kawasan Toba, dan menjadi sumber legenda sebagai tempat asal muasal bangso Batak, sejak ribuan tahun silam.
Menurut siaran pers PT Toba Pulp Lestari,Tbk (TobaPulp), penghijauan Pusuk Buhit di dekat kota Pangururan, ibukota Kabupaten Samosir, akhir November, digagas oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal Save Lake Toba Foundation. LSM tersebut dipimpin Wilmar Simanjorang, putra setempat yang pernah menjadi pelaksana tugas Bupati Samosir dan dikenal sebagai pecinta lingkungan hingga memperoleh beberapa penghargaan dari pemerintah.

Wilmar melakukan penghijauan dengan mengerahkan puluhan anggota masyarakat, serta dibantu belasan pekerja profesional TobaPulp di bidang penanaman, lereng Belle berkemiringan 40 derajat seluas kira-kira empat hektar di sisi selatan Pusuk Buhit ditanami 1.500 bibit ekaliptus dan 120 bibit haminjon.
Penanaman itu melengkapi puluhan jenis pohon dengan jumlahnya ratusan batang yang sudah duluan ditanam sudah tumbuh, bahkan sudah ada yang tingginya lima meter seperti sengon, ingul, hau raja, kopi serta haminjon dari bibit alam.

Sumbangan bibit ekaliptus dan haminjon dari TobaPulp adalah hasil kloning (clone) dapat tumbuh seunggul induknya di hutan apabila dirawat secara benar (pupuk, siram, pengendalian gulma). Target bantuan mencapai 5.000 bibit ekaliptus dan 500 bibit haminjon.

Keberadaan haminjon, sebagai bagian dari penghormatan terhadap leluhur bangso Batak yang memanfaatkan bau khas asap getahnya untuk ritual. Ketika menanam haminjon kloning di bawah pohon sengon sebagai pelindung, dia mengucapkan doa dalam bahasa Batak, antara lain bermakna: "Ya Tuhan, berkatilah penghijauan Pusuk Buhit ciptaan-MU ini, tempat awal berkembangnya bangso Batak."

Menurut sejarah, Pusuk Buhit dengan ketinggian 1.600 m diatas permukaan laut (dpl) tercipta pasca supervulcano gunung Toba, puluhan ribu tahun silam, yang juga melahirkan cekungan raksasa (kaldera) yang kemudian terisi air hujan bernama Danau Toba. Sebagian gunung yang tercipta di seputar danau tampak seperti tandus, tidak ditumbuhi hutan, karena lapisan atas tanah (top soil)-nya yang tipis hanya bisa ditumbuhi semak dan rumput, sedangkan lapisan terbawah terdiri atas batu-batu cadas dan sirtu (pasir dan batu).

Pusuk Buhit sebenarnya sudah sering dicoba hijaukan melalui berbagai program pemerintah tetapi kurang berhasil, termasuk di lereng yang cukup luas dan kaya rumput pada topografi agak landai sering jadi ladang penggembalaan ternak kerbau di sekitar batu hobon yang memiliki legenda sebagai tempat penyimpanan harta karun-- di kaki bukit. Wilmar menegaskan, kunci keberhasilan penghijauan tidak terletak pada eforia menanam, melainkan pada konsistensi pemeliharaan tanaman hingga tumbuh dewasa dan hidup mandiri. (ril/mdn bisnis)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
Pj Bupati Inhil Erisman Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan
Pj Bupati Inhil Tinjau Progres Pekerjaan Semenisasi Bersama Kadis Perkim
Kadis Diskominfo Pers Inhil Trio Beni Putra Raih Program Doktor di Bidang Ilmu Lingkungan Hidup
Presiden Tekankan Pembangunan Infrastruktur harus Ramah Lingkungan
Wapres Berharap Makin Banyak Perusahaan yang Jadi Agen Perubahan Lingkungan
komentar
beritaTerbaru