Kejadian berbahaya ini tercatat terjadi pada seorang pria yang
berusia 42 tahun. Penggunaan minoksidil selama satu bulan telah membuat
pria tersebut kehilangan penglihatan.
Hal ini kemudian mendorong Khairani Nabila Ningrum, mahasiswi dari
Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
(FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk membuat obat pencegah
rambut rontok yang aman bagi konsumen.
Khairani membuat produk perawatan rambut ini di bawah bimbingan Prof.
Dr. Linawati Hardjito, M.Sc, dan bekerja sama dengan CV Ocean Fresh.
Dalam penelitiannya, Khairani membuat serum rambut dari bahan
hidrolisat kolagen ikan kakap yang juga dicampurkan dengan asam.
Hidrolisat kolagen ini memiliki sifat larut dalam air.
Baca Juga:
"Saya menggunakan ikan kakap karena persentase kandungan asam amino
pada ikan kakap yang menjadi komponen utama keratin pada rambut itu
besar, glisin 25,2 persen, alanin 14,3 persen, asam glutamat 8,1 persen,
prolin 13,1 persen dan hidroksiprolin 8,1 persen," papar Khairani,
sebagaimana dikutip siaran pers Humas IPB.

Untuk membuktikan keefektifan kolagen ikan tersebut, Khairani menguji
pengaruhnya dengan melibatkan tiga orang yang memiliki permasalahan
rambut berbeda.
Berdasarkan hasil uji tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa
kerontokan mereka berkurang setelah menggunakan serum rambut. Sebelum
menggunakan serum rambut, kulit kepala mereka terlihat dengan jelas
akibat adanya kerontokan. Sementara setelah penggunaan serum rambut,
kulit kepala mereka kemudian terlihat tertutup rambut yang sudah tumbuh.
"Saya berharap agar hasil penelitian ini dapat memberikan informasi
mengenai formula sediaan rambut yang telah ditambahkan dengan hidrolisat
kolagen ikan sehingga dapat menjadi bahan alternatif anti rambut rontok
dalam industri kosmetik yang lebih aman," ujar Khairani.
uzone.id