Sabtu, 18 April 2026 WIB

Pemkab Inhil Gelar Sosialisasi Sistem Resi Gudang Kelapa

- Kamis, 10 Desember 2015 21:02 WIB
1.182 view
Pemkab Inhil Gelar Sosialisasi Sistem Resi Gudang Kelapa
TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Guna Percepatan Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, gelar ekspos dan sosialisasi bersama seluruh unsur elemen dan organisasi kepemudaan yang ada di Inhil.

Ekspos dihadiri Bupati Inhil, HM Wardan,Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Pahrolrozy, Anggota DPRD Inhil, tim percepatan SRG, Organisasi Kepemudaan, mahasiswa serta pejabat eselon dilingkungan Pemkab Inhil, yang di adakan di Aula kantor Bupati. Kamis (10/12).

HM Wardan menyampaikan SRG merupakan bentuk kepedulian Pemkab Inhil terhadap stabilitas harga kelapa di daerah. Karena lebih dari 50 jenis produk berasal dari turunan kelapa.

"Hampir 70 persen masyarakat Inhil menggantungkan diri pada kelapa. Begitu besar manfaat dari kelapa bagi masyarakat. Salah satu upaya kita untuk menstabilkan harga kelapa yaitu melalui SRG ini. Bukan hanya untuk petani tetapi juga pengusaha," ungkap Bupati Inhil.

Lebih lanjutnya, diharapkan bagi peserta yang hadir pada hari ini bisa memberikan support atau dukungan tentang SRG bagi para petani di Inhil. Upaya yang dilakukan pemkab Inhil saat ini yang sudah mendapat tanggapan positif dari Menteri Perdagangan. Apabila SRG diberlakukan, yang menikmati bukan hanya masyarakat Inhil saja, tapi bisa dirasakan oleh propinsi-propinsi lain juga.

"Untuk itu sekali lagi mari kita rapatkan barisan untuk bersama-sama mendukung SRG di kabupaten Inhil terwujud," harapnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Inhil menyampaikan secara kelembagaan DPRD sangat mendukung adanya SRG yang kita pikirkan dan kita canangkan. Guna mendung RSG, legislatif telah mengusulkan Perda yang terkait dengan SRG.

"Tidak ada kata mundur untuk SRG. Ini adalah untuk masyarakat banyak, agar petani kopra bisa menjual hasil kopra dengan harga yang layak," katanya.

Sementara itu Pahrolrozy saat menyampaikan ekspose tentang sistem resi gudang menyampaikan bahwa dengan SRG, petani bisa menerima hasil yang memuaskan.

"Kopra akan mengikuti harga dunia. Saat ini 1 ton kopra yang masak 100 persen, berkisar Rp 14 juta. Jika ini diterapkan di Inhil, maka petani bisa menjual hasil kopranya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari saat ini," katanya.

Sementara itu, pelabuhan parit 21 akan dijadikan sebagai pusat gudang untuk menampung kopra.Setelah menjual hasil kelapa ke SRG, maka petani akan mendapat resi yang bisa di cairkan di bank BNI atau BRI," katanya.

Untuk pelayanan di pedesaan, tim SRG akan membuat perjanjian dengan para pengumpul yang ada. "Bagi masyarakat yang ingin mengantar langsung ke Tembilahan, silahkan. Bagi masyarakat yang hanya menjual sedikit, bisa dengan pengumpul dengan harga yang ditetapkan oleh resi gudang," jelasnya. (Ziz)

LIKE Fanspage Pesisirnews.com untuk dapatkan informasi terbaru seputar Riau. Silahkan Klik DISINI / DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru