Kapolres Inhil Pimpin Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Pada Dua Personil Polri
(Pesisirnews.com)TEMBILAHAN Polres inhil melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat(PDTH) terhadap dua personil Polri.Kegiatan
Artikel
Dalam orasinya, koordinator Kompak, Ahmad Sugeng Riadi Spd.I, SHI, mengutuk keras tindakan pengrusakan Masjid dan membubarkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Tolikara Papua dan pembakaran Gereja di Aceh Singkil baru-baru ini.
"Kami dari kelompok Agama, masyarakat, organisasi kemasyarakatan pemuda lintas agama, suku, etnis, dan ras kabupaten Rokan Hilir yang terhimpun dalam komunitas yakni Komunitas Masyarakat Peduli Arti Kebhinekaan (KOMPAK) mengecam keras hal tersebut," kata ketua DPD BKPRMI Rohil selaku koordinator saat berorasi didepan Masjid Annur Bagan Batu.
Setelah usai berorasi dan membacakan sikap KOMPAK tersebut,
selanjutnya dilakukan aksi tandatangan di spanduk KOMPAK yang telah
disediakan, oleh masing-masing pengurus organisasi diantaranya ;
DPD BKPRMI (Ahmad Sugeng Riadi S.Pd.I, SH.I), PC.GP
Ansor Rohil (Muhammad Mukim), DPD Ikatan Pemuda Karya Rohil (Cutra
Andika.S.H.), LBH Mahatva Rokan Hilir (Kalna Surya S.H, LBH Keadilan Rokan
Hilir (Radisman Saragih S.H.), LPPH Pemuda Pancasila Rohil (Parulian
Sitanggang), MPC Pemuda Pancasila Rohil (Leonard Situmorang S.H.), HMI
Rohil (Hafiz), Pos Pera Kab. Rokan Hilir (Tua P. Nst M.Pd), Pemuda
Katolik Bagan Sinembah, Majelis Budhayana Indonesia Rojil (Erwin),
Parisada Hindu Dharma Indonesia, BKAG Bagan Sinembah, PK. KNPI Bagan
Sinembah.
Baca Juga:
Berikut sikap KOMPAK Rokan Hilir yang tertulis diselebaran,
pertama Mengutuk keras terhadap oknum yang melakukan tindak kekerasan
serta pengrusakan Masjid dan membubarkan secara paksa pelaksanaan shalat
idul fitri di Tolikara. Kedua Mengutuk keras terhadap oknum yang
melakukan tindakan anarkis dan pembakaran Gereja di Aceh Singkil.
Ketiga Mendesak aparat penegak hukum dan pihak intelijen untuk mengusut
tuntas dan mengadili atas tragedi Tolikara dan Aceh Singkil.
Ke empat Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan segenap anak bangsa untuk tidak terpancing dan terprovokasi.
Kelima Meminta, dan mendorong Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk mengefektifkan komunikasi antar umat beragama.
Keenam Mendesak kepada pemerintah Indonesia "Negara Harus Hadir" pada
persoalan-persoalan keagamaan secara intensif dan menjamin warganya
untuk beribadah.
Menjelang beberapa jam, Aksi damai Komunitas Masyarakat Peduli Arti Bhenika Tunggal Ika ( KOMPAK) Kabupaten Rokan Hilir yang bertujuan menyampaikan sikap dengan menggelar aksi solidaritas atas insiden terjadinya pembakaran rumah ibadah di singkil Aceh yang terjadi beberapa hari lalu serta di Tolikara dibubarkan oleh pihak kepolisian pada hari itu juga, Jumat (16/10) kemarin.
Baca Juga:
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Subiantoro S.H. Sik yang dikonfirmasikan melalui Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Dody Harza Kesuma S.H Sik Msi mengatakan, bahwa dibubarkannya aksi damai tersebut disebabkan KOMPAK belum kantongi izin.
" Atas perintah Kapolres Rokan Hilir, bahwa aksi damai KOMPAK tersebut harus dibubarkan. Hal ini dikarenakan tidak mengantongi izin dari kepolisian, " tegas Dody.
Selain itu, lanjut Kapolsek lagi saat akan dilaksanakannya aksi damai tersebut bersamaan dengan dilaksanakannya kampanye dari salah satu paslon.
" Ya saat ini waktunya bersamaan dengan kampanye pilkada. Jadi sangat tidak memungkinkan kita berikan izin untuk aksi damai tersebut. Apalagi, pihak KOMPAK juga kan baru tadi pagi (kemarin) mengajukan permohonan aksi damai tersebut," terang Dody kembali.
Dimana dalam aksinya, KOMPAK mengecam atas insiden yang terjadi di Singkil Aceh,dimana aksi pembakaran tersebut telah merusak simbol negara yaitu Bhenika Tunggal Ika.Selain itu juga telah melukai lintas agama,padahal ke bebasan agama telah diatur Undang- undang.
" Ada 4 pilar yang harus dijaga oleh seluruh warga negara Indonesia yaitu Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu kita harus menjaga Bhineka Tunggal Ika.
" Kata salah satu orator KOMPAK Leonard Situmorang.
Lanjut Leo, Kebhinnekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya, untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan bangsa dan Negara.Kebhinnekaan harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualisme dan patriotisme kebhinnekaan adalah salah satu pilar bangsa indonesia, oleh karena itu keberagaman suku, etnis,agama, bangsa dari sabang sampai merauke harus dijamin oleh negara keberadaan. (Samsul)
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan KLIK DISINI
(Pesisirnews.com)TEMBILAHAN Polres inhil melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat(PDTH) terhadap dua personil Polri.Kegiatan
Artikel
PEKANBARU Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PWIWO) Provinsi Riau, Muridi
Artikel
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir resmi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir melalui penandatanganan
Advertorial
Inhil Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang p
Hukrim
Indragiri Hilir Jajaran Unit Reskrim Polsek Keritang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polsek Ke
Hukrim
Mandah, Indragiri Hilir Dalam rangka menjaga keamanan, kenyamanan, serta nilainilai agama dan budaya masyarakat selama perayaan Hari Ra
Wisata
Inhil Unit Reskrim Polsek Keritang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis shabu dan mengamankan seorang pria yan
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilaya
Hukrim
BANTAENG Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bantaeng, Dirga, diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang pria berinisial WH
Artikel
INHU Penetapan kerja sama operasional (KSO) oleh PT Agrinas terhadap kebun kelapa sawit sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) eks
Artikel