Jumat, 05 Juni 2026 WIB

KOMPAK Gelar Aksi Solidaritas

- Minggu, 18 Oktober 2015 13:27 WIB
859 view
KOMPAK Gelar Aksi Solidaritas
Aksi Kompak di jalan lintas Riau - Sumut
BAGANBATU, PEISIRNEWS.COM - Komunitas Masyarakat Peduli Arti Kebhinekaan (Kompak) Rokan Hilir, Riau, gelar aksi Solidaritas terkait kerusuhan di Tolikara Papua pembakaran Gereja di Aceh Singkil didepan Masjid Annur Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rokan Hilir-Riau pada jumat (16/10) sekitar pukul 14.30 wib.

Dalam orasinya, koordinator Kompak, Ahmad Sugeng Riadi Spd.I, SHI, mengutuk keras tindakan pengrusakan Masjid dan membubarkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Tolikara Papua dan pembakaran Gereja di Aceh Singkil baru-baru ini.

"Kami dari kelompok Agama, masyarakat, organisasi kemasyarakatan pemuda lintas agama, suku, etnis, dan ras kabupaten Rokan Hilir yang terhimpun dalam komunitas yakni Komunitas Masyarakat Peduli Arti Kebhinekaan (KOMPAK) mengecam keras hal tersebut," kata ketua DPD BKPRMI Rohil selaku koordinator saat berorasi didepan Masjid Annur Bagan Batu.

Setelah usai berorasi dan membacakan sikap KOMPAK tersebut, selanjutnya dilakukan aksi tandatangan di spanduk KOMPAK yang telah disediakan, oleh masing-masing pengurus organisasi diantaranya ;
DPD BKPRMI (Ahmad Sugeng Riadi S.Pd.I, SH.I), PC.GP Ansor Rohil (Muhammad Mukim), DPD Ikatan Pemuda Karya Rohil (Cutra Andika.S.H.), LBH Mahatva Rokan Hilir (Kalna Surya S.H,  LBH Keadilan Rokan Hilir (Radisman Saragih S.H.), LPPH Pemuda Pancasila Rohil (Parulian Sitanggang), MPC Pemuda Pancasila Rohil (Leonard Situmorang S.H.), HMI Rohil (Hafiz), Pos Pera Kab. Rokan Hilir (Tua P. Nst M.Pd), Pemuda Katolik Bagan Sinembah, Majelis Budhayana Indonesia Rojil (Erwin), Parisada Hindu Dharma Indonesia, BKAG Bagan Sinembah, PK. KNPI Bagan Sinembah.

Baca Juga:

Berikut sikap KOMPAK Rokan Hilir yang tertulis diselebaran, pertama Mengutuk keras terhadap oknum yang melakukan tindak kekerasan serta pengrusakan Masjid dan membubarkan secara paksa pelaksanaan shalat idul fitri di Tolikara.  Kedua Mengutuk keras terhadap oknum yang melakukan tindakan anarkis dan pembakaran Gereja di Aceh Singkil.  Ketiga Mendesak aparat penegak hukum dan pihak intelijen untuk mengusut tuntas dan mengadili atas tragedi Tolikara dan Aceh Singkil.
Ke empat Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan segenap anak bangsa untuk tidak terpancing dan terprovokasi.
Kelima Meminta, dan mendorong Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk mengefektifkan komunikasi antar umat beragama.
Keenam Mendesak kepada pemerintah Indonesia "Negara Harus Hadir" pada persoalan-persoalan keagamaan secara intensif dan menjamin warganya untuk beribadah.

Menjelang beberapa jam,  Aksi damai Komunitas Masyarakat Peduli Arti Bhenika Tunggal Ika ( KOMPAK) Kabupaten Rokan Hilir yang bertujuan menyampaikan sikap dengan menggelar aksi solidaritas atas insiden terjadinya pembakaran rumah ibadah di singkil Aceh yang terjadi beberapa hari lalu serta di Tolikara dibubarkan  oleh pihak kepolisian pada hari itu juga, Jumat (16/10) kemarin.

Baca Juga:

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Subiantoro S.H. Sik yang dikonfirmasikan melalui Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Dody Harza Kesuma S.H Sik Msi mengatakan, bahwa dibubarkannya aksi damai tersebut disebabkan KOMPAK belum kantongi izin.

" Atas perintah Kapolres Rokan Hilir, bahwa aksi damai KOMPAK tersebut harus dibubarkan. Hal ini dikarenakan tidak mengantongi izin dari kepolisian, " tegas Dody.

Selain itu, lanjut Kapolsek lagi saat akan dilaksanakannya aksi damai tersebut bersamaan dengan dilaksanakannya kampanye dari salah satu paslon.

" Ya saat ini waktunya bersamaan dengan kampanye pilkada. Jadi sangat tidak memungkinkan kita berikan izin untuk aksi damai tersebut. Apalagi, pihak KOMPAK juga kan baru tadi pagi (kemarin) mengajukan permohonan aksi damai tersebut," terang Dody kembali.

Dimana dalam aksinya, KOMPAK mengecam atas insiden yang terjadi di Singkil Aceh,dimana aksi pembakaran tersebut telah merusak simbol negara yaitu Bhenika Tunggal Ika.Selain itu juga telah melukai lintas agama,padahal ke bebasan agama telah diatur Undang- undang.

" Ada 4 pilar yang harus dijaga oleh seluruh warga negara Indonesia yaitu Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu kita harus menjaga Bhineka Tunggal Ika.

" Kata salah satu orator KOMPAK Leonard Situmorang.

Lanjut Leo, Kebhinnekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya, untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan bangsa dan Negara.Kebhinnekaan harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualisme dan patriotisme kebhinnekaan adalah salah satu pilar bangsa indonesia, oleh karena itu keberagaman suku, etnis,agama, bangsa dari sabang sampai merauke harus dijamin oleh negara keberadaan. (Samsul)

Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan KLIK DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wapres: Jadikan Ramadan 1443 H Momentum Perkuat Solidaritas Kemanusiaan dan Persaudaraan
PON XX Papua Berjalan Sukses, Wapres: Bukti Kuatnya Solidaritas, Sportivitas, dan Persatuan
Sekda Kampar Himbau Jaga Solidaritas, Pemkab Butuh Dukungan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru