Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis s
Hukrim
Sebelum Kaesang melampiaskan kegemasannya dengan "dasar ndeso", pelawak Tukul Arwana sudah lebih dulu memopulerkannya melalui program televisi. Di luar itu, istilah ndeso juga sudah berkembang di masyarakat untuk mencibir atau mencela.
Menurut budayawan Semarang, Djawahir Muhammad, istilah ndeso sebenarnya sama dengan istilah populer "norak". Jika untuk mencela, lebih tepat menggunakan istilah "norak". Nah, penggunaan diksi ndeso untuk mencela itu secara tak sadar kemudian membuat makna ndeso bergeser menjadi negatif.
"Yang ndeso selalu identik dengan tradisional, kota identik dengan modernitas. Dua kutub ini tak harus dihadap-hadapkan berlawanan," kata Djawahir, Kamis (6/7/2017).
Baca Juga:
Dari mana istilah ndeso ini berasal?
Budayawan Ren Muhammad mengatakan, mencari asal-usul kata ini dalam khazanah kebudayaan kita sama sulitnya dengan menunjuk penemu tempe atau rendang.
Baca Juga:
"Hak cipta tak berlaku bagi di negeri ini. Royalti hanya berlaku bagi masyarakat yang bercorak individualistik. Nah, tempe, rendang, dan ndeso itu kan enggak pakai royalti," kata Ren Muhammad dalam surat elektroniknya kepada Liputan6.com, Kamis (6/7/2017).
Menurut Ren Muhammad, secara umum masyarakat kita sejatinya layak disebut ndeso. Jika benar cermat menelisik, tak pernah ada yang namanya kota sebelum orang ndeso membangun desa mereka.
Kota baru berdiri setelah ada peraturan yang dibakukan atas warga desa yang terus membesar. "Peraturan tentang tata pemerintahan dan pengaturan orang banyak," ia menjelaskan.
Banyak orang kota juga pernah jadi orang desa. Sebagian besar penghuni kota adalah warga desa yang mencari penghidupan lebih di kota.
Dia menandaskan, di desa segala kebutuhan manusia bermula. Di desa kita menemukan kedirian manusia sejati. Ini salah satu penjelasan mengapa orang kota ngotot mudik setiap Lebaran.
Pada 1365 di Trowulan, Majapahit, Mpu Prapanca memasukkan kata Deçawarnana atau uraian tentang desa-desa dalam karyanya yang monumental: Nagarakretagama (Negara dengan Tradisi [Agama] yang Suci) dalam pupuh 94/2.
Karya magnum opus ini ditulis demi mengurai segala yang terkait desa, berikut tradisi, dan budayanya yang unggul.
"Saya ini tetap anak desa, meski hidup lama di Jakarta. Ibu kota kita
ini dulunya juga desa yang bernama Sunda Kalapa. Maka wajar jika kota
kita dan bahkan negara ini, kerap dipimpin anak-anak ndeso," kata Ren Muhammad.[dikutip liputan6.com]
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis s
Hukrim
Tangerang Menyambut acara Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dan Kepala KSP,
Nasional
Tembilahan Dalam upaya membangun generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sekaligus bebas dari penyalahgunaan narkoba, Polsek Tembi
Artikel
Tembilahan, 21 Juli 2026 Rapat awal persiapan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) digelar di Aula Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir
Artikel
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, Fadillah, menghadiri Malam Grand F
Life Style
TANAH MERAH Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE., MT. turun langsung meninjau lokasi bencana abrasi di Kelurahan Kuala Enok, Ke
Advertorial
(Pesisirnews.com)PEKANBARU Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ir. H. AMD. Junaidi AN, M.Si, menghadiri kegiatan Saras
Advertorial
TEMBILAHAN HULU Polsek Tembilahan Hulu, Polres Indragiri Hilir, menggelar kegiatan Maghrib Mengaji di Pondok AlInsyirah, Senin (20/7/20
Islam
TEMBILAHAN Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE., MT., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organ
Olah Raga
Tembilahan, (20/07/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Fadillah,
Artikel