Pelayanan Listrik 24 Jam, Belum Dapat Dinikmati 5 Desa di Meranti
- Minggu, 10 Mei 2015 16:06 WIB
635 view
net
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Lima Desa yang terletak di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti, saat ini belum bisa menikmati pelayanan listrik dari PLN, yakni Desa Selatakar, Dedap, Mekar Delima, Tasik Putri Puyu, dan Desa Tanjung Padang.
Camat Tasik Putri Puyu, Fakhrurrozi, Minggu (10/5), mengatakan bahwa saat ini masih ada desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu, belum menikmati pelayanan listrik, namun sudah ada desa yang menikmati listerik 24 jam yakni, Desa Bandul, Mengkopot, Tanjung Pisang, Mengkirau dan Desa Kudap.
"Pembangkit listrik untuk kelima desa ini bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) di Desa Bagan Melibur, Merbau. Sedangkan untuk lima desa lainnya tahun ini akan diupayakan elektrifikasinya oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti," jelasnya.
Diungkapkan Fakhurozi, bagi warga yang mampu, mereka biasanya membeli mesin genset untuk penerangan. Selain itu, ada juga warga yang hanya menggunakan listrik setengah hari yaitu pada malam hari.
"Untuk penerangan pada malam hari, masih banyak warga yang menggunakan lampu petromak atau lampu badai. Namun bagi keluarga yang mampu, mereka menggunakan genset," tambah Rozi.
Sambungnya, kepada pemerintah daerah agar dapat memperhatikan masalah listrik di daerah pedalaman. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih banyak desa atau daerah pedalaman dan perbatasan yang belum menikmati listrik, "Padahal, di wilayah Kecamatan Tasik Putri Puyu ini sudah banyak dibangun investasi dalam bidang pengelolahan hutan. Pihaknya mengharapkan pemerintah dapat memfasilitasi warga dengan pihak perusahaan yang berada di sekitar lingkungan masyarakat untuk mengalirkan listrik kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat merasakan dampak dari keberadaan perusahaan di daerah," ungkap Rozi.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti, H.Herman, melalui Kabid Energi dan Kelistrikan, Mufrizal, mengatakan anggaran pembangunan untuk listrik sudah dipersiapkan, saat ini dalam tahap pembangunan jaringan listrik, terdiri dari pengadaan mesin pembangkit listrik dan jaringan yang bersumber dari APBN sebesar Rp 30 miliar dan APBD sebesar Rp 45 miliar.
"Jadi totalnya ada Rp 75 miliar. Kita sangat berharap anggaran ini mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di Meranti secara optimal," ujar Mufrizal.
Dirincikan Mufrizal, anggaran APBN sebesar Rp 30 miliar dialokasikan untuk pengadaan mesin pembangkit di dua desa di Pulau Rangsang yakni Desa Lemang dan Desa Teluksamak, masing-masing sebanyak 3 unit dengan kapasitas 500 Kw, "Dengan adanya pembangunan kelistrikan ini diharapkan kebutuhan listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti akan dapat terpenuhi", ujarnya. (Adi)