Rohil, Pesisirnews.com - Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo melalui Mentri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD mengatakan bahwa pada tahun 2025 nanti, seluruh tanah di Indonesia harus sudah bersertifikat.
"Perintah Presiden, tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia harus sudah bersertifikat," ucapnya saat menyampaikan sambutan sembari menanti detik-detik kedatangan RI 1 ke lokasi replanting kebun kelapa sawit masyarakat di Kepenghuluan (Desa, red) Pelita, Kecamatan Bagan Sinembah, Rabu (9/5/2018) pagi tadi.
Disebutkannya, untuk mewujudkan itu, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia saat ini sedang bekerja keras untuk melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo tersebut.
"Tahun 2017, kita sudah keluarkan 5 juta sertifikat, tahun ini (2018) 7 juta (Sertifikat) tahun depan (2019,red) 9 juta," ungkapnya.
Sementara itu, untuk Rokan Hilir ini sendiri, Sofyan A Djalil menyebutkan bahwa BPN sudah mengeluarkan sebanyak 15 ribu sertifikat. "Keseluruhan Riau itu ada 155 ribu, tahun depan harus dua kali lipat," sebutnya.
Bagi rakyat petani sawit yang belum memiliki sertifikat dapat mengukuti program replanting ini agar memudahkan proses sertifikat tanahnya.
"Tujuannya, untuk mencegah konflik tanah, jaminan hukum atas kepemilikan tanah, dapat juga untuk meminjam uang di bank," demikian pungkasnya. (rd/bim).