Sabtu, 08 Agustus 2026 WIB

DPR: Antarpemangku Kepentingan Harus Permudah Sektor Perumahan

- Selasa, 18 Januari 2022 10:58 WIB
895 view
DPR: Antarpemangku Kepentingan Harus Permudah Sektor Perumahan
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto via KBRN/Ist) 

JAKARTA, Pesisirnews.com - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menginginkan akses kepemilikan rumah bagi rakyat kecil dan kaum milenial di Tanah Air harus dipermudah dengan meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan sektor perumahan.

"Salah satu pekerjaan berat adalah setiap rakyat Indonesia harus memiliki rumah. Anggaran pemerintah harus bisa mensubsidi pembangunan rumah. Kalau itu masih berat karena anggaran terbatas, maka harus ada keringanan pinjaman yang diberikan pemerintah," kata Muhaimin dikutip dari KBRN, Selasa (18/1/2022).

Menurut Cak Imin (panggilan akrabMuhaimin Iskandar), dunia perbankan, BUMN Perumnas, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus saling bersinergi membantu pengadaan rumah layak huni bagi rakyat.

Baca Juga:

Dia mengemukakan bahwa DPR RI pun siap mendukung penganggarannya untuk itu.

"DPR RI siap membantu kebijakan penganggaran untuk pengadaan rumah bagi rakyat. DP 0 persen bisa jadi salah satu solusi untuk mengakses perumahan murah tersebut, selain akses pinjaman perbankan yang mudah untuk perumahan," ungkapnya.

Baca Juga:

Perbankan dan Kementerian PUPR, masih menurut dia, harus menjalankan seluruh rencana pembangunan rumah yang murah dan terjangkau.

Hal tersebut, lanjutnya, karena saat ini kaum milenial dinilai termasuk kelompok yang terancam tidak punya rumah, karena tanah terbatas dan penghasilannya tidak mencukupi.

"Saya harapkan perbankan, pemerintah, PUPR, bahu membahu memberi kemudahan," ucapnya

[br]

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mohammad Zainal Fatah meminta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera melanjutkan penanganan backlog perumahan dengan penyaluran dana subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Penyaluran FLPP sudah 11 tahun, jumlahnya besar, lebih dari Rp75 triliun, angka ini bisa dipandang sebagai angka yang besar, tapi kalau dibandingkan backlog yang kita hadapi, angka ini bukan besar," kata Zainal dalam Penandatanganan Tripartit Pengalihan Pengelolaan Dana FLPP ke BP Tapera, Jumat (24/12/2021).

Pengalihan pengelolaan dana FLPP dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR ke BP Tapera menandakan pemerintah tidak mengambil jeda dalam menyediakan kebutuhan perumahan bagi masyarakat.

Cak Imin berharap BP Tapera dapat memenuhi target untuk membiayai 200 ribu unit rumah subsidi di 2022. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Ketua I DPRD Inhil Hadiri Sosialisasi Pembangunan Pasar Desa Sungai Gantang
Wakil Bupati sampaikan penjelasan Bupati terkait Ranperda administrasi pemerintahan desa dalam rapat paripurna DPRD Inhil
Bupati Herman: Persetujuan Pertanggungjawaban APBD 2025 Wujud Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Ketua DPRD Inhil Pimpin Rapat Rapat Paripurna Ke 11 Masa Persidangan VI Tahun 2026
H M Yusuf Said Anggota Komisi III DPRD Inhil Menghadiri Rakor Koperasi Merah Putih
Anggota Komisi I DPRD Inhil Hadiri HUT KNPI Ke 53
komentar
beritaTerbaru