Senin, 15 Juni 2026 WIB

Waspada, Pengaruh Paham PKI Sudah Beradaptasi Dengan Tren Masa Kini

- Selasa, 17 Mei 2016 13:44 WIB
1.719 view
Waspada, Pengaruh Paham PKI Sudah Beradaptasi Dengan Tren Masa Kini
Foto : Rahmad
Dari sudut kiri Emiratna als Nanak, Jefri Hidayat, Bismi Tambunan, M Edy Afrizal saat mengadakan rapat kecil bersama wartawan di Grand Meranti Hotel.
SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Belakangan ini telah beredar info pengaruh paham Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit lagi di tengah masyarakat. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya atribut PKI yang berkeliaran di media sosial maupun digunakan anak - anak muda yang ingin tampil beda.

Seperti saat sekarang ini, salah satunya pengaruh paham komunisme ‎sudah mulai beradaptasi dengan tren (gaya hidup, red) perkembangan zaman masa kini di kalangan anak - anak muda. Banyak logo PKI yang berlambang palu arit sudah dicetak pada baju - baju atau kaos yang digunakan untuk sehari - hari.

Tak ingin pengaruh itu ada di Meranti, ‎Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal saat ditemui di Grand Meranti Hotel Selatpanjang, Senin (16/5/16) malam tadi menegaskan, akan melakukan upaya antisipasi dari awal. Ia tidak ingin kecolongan terhadap pengaruh paham komunisme bisa berkeliaran di Meranti.

"Kan sekarang lagi tren baju cetakan logo baru seperti turn back crime. Makanya mereka berupaya mencetak lambang palu arit (logo pki, red) untuk ikuti tren juga," ungkap Edy didampingi Wakil Ketua PPM, Emiratna als Nanak dan Sekretaris, Jefri Hidayat.

‎Penganut komunis sengaja menebar pengaruh di tengah masyarakat bahwa seolah paham komunis tidak lagi berbahaya atau sudah tidak ada. Makanya, kata Edy, sasaran mereka mudah ke anak muda.

‎"Mereka sudah beradaptasi. Mereka masuk ke organisasi untuk menyebar paham ini, sasaran mereka juga ke pemuda. Untuk itu, kita mengantisipasi dari awal," ujarnya.
Padahal, ditambah Jefri Hidayat, pada zaman mantan presiden Soekarno, PKI sangat kejam sekali pada masa itu. Bahkan, ulama dan para jenderal saja dibunuh sadis oleh mereka. 
"Selama ini pemuda mungkin tidak mengerti tentang kekejaman PKI, itu karena ketidaktahuan mereka," ujarnya. Selain itu, katanya tanda - tanda indikasi aktivitas percetakan logo PKI di baju belum ada ditemui di Meranti.

‎Sementara Komandan Rayon Militer (Danramil) 02 Tebingtinggi, Mayor Inf Bismi Tambunan menegaskan, tidak dibenarkan aktivitas PKI di Indonesia. Sebab, komunis itu sangat bertentangan dengan dasar negara, Pancasila.

"Dari dulu TNI, khususnya TNI AD sangat melarang adanya komunis. Ideologi ‎PKI sangat bertentangan dengan dasar negara kita. Pokoknya NKRI harga mati. TNI jelas tidak mentolerir kegiatan komunisme," tuturnya.
‎Larangan aktivitas komunis di Indonesia, lanjut Bismi diperkuat dengan ketetapan (Tap) MPRS nomor 25 tahun 1966 dan UU nomor 27 tahun 1999. Disamping itu, untuk sejauh ini di Meranti belum ada ditemukan aktivitas tersebut.
"Pokoknya kita tidak boleh lengah, untuk itu kami imbau seluruh masyarakat agar waspada. Apabila ditemukan aktivitas terhadap paham komunis ini, segera melaporkan ke TNI dan Kepolisian, nanti akan ditindak lanjuti," katanya.

"Sementara untuk di Desa, kami perintahkan Bhabinsa untuk terus memantau," kata Bismi lagi. (mad)‎

SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru