Kabut Asap Makin Tebal, Jarak Pandang di Perairan Meranti 200 Meter
- Senin, 14 September 2015 16:47 WIB
804 view
Ilustrasi
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Kabut asap yang kian hari makin tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah di Riau, membuat jarak pandang di perairan Meranti khususnya Selat Air Hitam, Selatpanjang hanya berkisar 200-300 meter. Hal ini tentu membuat lalu lintas pelayaran terganggu.
"Hingga kini kabut asap sudah sangat tebal, kapal cepat yang beroperasi melayani penumpang dan pengiriman paket barang rute Selatpanjang-Pekanbaru, Selatpanjang-Batam dan Selatpanjang-Tanjung Balai. Kami minta untuk para nakhoda kapal harus menghidupkan lampu navigasi dan membunyikan klakson atau memperlambat kecepatan," kata Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Ali Imran, Senin (14/9).
Selain itu KSOP juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan keselamatan penumpang yang ada di kapal, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Peralatan tersebut bisa digunakan untuk melindungi para penumpang.
Dijelaskan Ali, kondisi kabut asap di wilayah perairan rute yang dilalui kapal tersebut diharapkan tidak semakin parah, sehingga aktivitas pelayaran di Pelabuhan Tanjung Harapan dan pelabuhan lainnya tetap bisa berjalan normal. Selain itu, kata dia, jika kondisi cuaca benar-benar tidak memungkinkan untuk keberangkatan kapal, maka pihaknya tidak memberi izin kepada nakhoda kapal untuk melakukan pelayaran dan terpaksa menunda keberangkatan kapal dari pelabuhan domestik maupun internasional di Tanjung Harapan.
"Kondisi perairan kita telah diselimuti kabut asap yang sangat tebal. Kondisi seperti ini jelas terlihat dari pagi hingga sampai menjelang sore hari," ujarnya.
Lanjut Ali, kabut asap yang menyelimuti seluruh kawasan di Kabupaten Kepulauan Meranti ini merupakan murni asap kiriman. Dengan kondisi seperti itu, dia meminta kepada para seluruh awak kapal untuk selalu menjaga keselamatan penumpang, serta mematuhi segala aturan dan himbauan yang telah dikeluarkan oleh KSOP Selatpanjang.
"Jika memang jarak pandang sudah dalam kondisi membahayakan, jangan dipaksakan untuk berlayar," ungkapnya mengakhiri.(Adi)