JAKARTA (Pesisirnews.com) - Ribuan bantuan Set Top Box (STB) yang berasal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) telah diberikan. Para penerima STB sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menegaskan bantuan Set Top Box (STB) hanya diberikan untuk rumah tangga miskin ekstrem.
"Bantuan Set Top Box (STB) hanya untuk Rumah Tangga Miskin Ekstrem (RTM). Yang nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial," kata Kominfo seperti dikutip melalui website resminya, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga:
Kominfo mengatakan, bantuan STB sudah didukung dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.Lalu melewati pembuktian dan validasi juga oleh pemerintah kabupaten dan kota.
"RTM (Rumah Tangga Miskin Ekstrem) yang nama dan alamatnya di DTKS/Kemensos dan sudah tercantum serta tervalidasi melalui data P3KE/KemenkoPMK. Sudah menerima bantuan STB dari komitmen LPS penyelenggara multipleksing," katanya.
Baca Juga:
Kominfo menyatakan bahwa bantuan STB diberikan sebanyak 4,3 juta yang berasal dari komitmen Lembaga Penyiaran Swasta (Stasiun Televisi) penyelenggara Multipleksing (MUX).
Stasiun televisi beserta komitmennya sebagai berikut SCM (SCTV dan Indosiar (1.213.750 unit), Metro TV (704.378 unit), MNC Group (RCTI dan Global TV (1.143.121 unit).
[br]
Selanjutnya Trans Group (Trans TV dan Trans 7 (616.511 unit), RTV (500.000 unit), Serta VIVA Group (TVOne dan ANTV (149.587 unit), dan Nusantara TV (3.000 unit).
Hingga 3 November 2022, sebanyak 476.088 unit Set Top Box atau 99,3 persen dari target telah di distribusikan.Target bantuan STB sendiri sekitar 479.307 unit dan diberikan kepada penerima bantuan di wilayah Jabodetabek.
Sebagai informasi, Kominfo telah melakukan penghentian siaran TV Analog di Indonesia, pada Kamis (11/3/2022) dini hari. (PNC/KBRN)