Senin, 27 Juli 2026 WIB

Walikota Solo Gibran Parkirkan Mobil Dinas di Pekuburan Nasrani yang Dirusak 10 Bocah

- Kamis, 24 Juni 2021 10:40 WIB
705 view
Walikota Solo Gibran Parkirkan Mobil Dinas di Pekuburan Nasrani yang Dirusak 10 Bocah
Gibran di Pemakaman Umum Cemoro Kembar (Kanan) dan mobil dinas yang ditinggalkan di area pemakaman. (Foto: Kanal YouTube Berita Surakarta/Merdeka.com) 

SOLO, Pesisirnews.com - Pasca perusakan yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur oleh sekitar 10 anak-anak, pada Rabu (16/6) sekira pukul 15.00 WIB, polisi telah memproses dan mencari para pelaku.

Perusakan makam dilakukan oleh anak-anak murid di sebuah lembaga pendidikan yang disinyalir belum ada izinnya.

Gibran akan membawa ke proses hukum

Baca Juga:

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka geram melihat kerusakan yang terjadi. Sebanyak kurang lebih 12 makam, di mana sebagian besar ialah makam Nasrani, meski ada pula makam Muslim.

Walau pelakunya anak-anak, Gibran tetap minta dilakukan proses hukum.

Baca Juga:

"Ini tidak bisa dibiarkan, apalagi melibatkan murid yang masih kecil usia tiga hingga 12 tahun," kata Gibran dikutip Merdeka.com, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, baik penanggung jawab lembaga serta murid di bawah umur yang bersangkutan harus mendapatkan pembinaan.

"Yang merusak makam ini sudah keterlaluan. Apalagi melibatkan anak-anak, nanti segera diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

[br]

Tinggalkan mobil dinas di pemakaman

Melansir dari kanal YouTube Berita Surakarta, yang mengunggah video penampakan mobil dinas Walikota Solo Gibran terparkir di tanah lapang dekat makam. Tampak mobil dinas Gibran dijaga oleh warga sekitar.

Gibran diduga sengaja meninggalkan mobil dinasnya di lokasi perusakan pemakaman umum Cemoro Kembar di Kelurahan Mojo, Pasarkliwon.

"Sudah dari kemarin malam. Mobilnya di sini, awalnya ninjau makam itu, terus ini (mobil) ditinggal sini. Yo bantu jaga mobil e pak Wali harus dijaga supaya aman," kata Jono, warga setempat yang ikut menjaga.

Gibran menyempatkan diri melihat ke lokasi pada siang hari. Menurut warga sekitar, mobil dinasnya telah ditinggalkan selama dua hari setelah meninjau TPU Cemoro Kembar.

"Termasuk ada (kaitan dengan perusakan makam). Kemarin kan habis kunjungan ke sini, terus beliau pulang katanya sore mau kembali lagi. Tapi sorenya diantar, tapi ya enggak ngerti lagi kita sudah istirahat," ujar Andreas Budi, warga lainnya.

[br]

Pimpinan lembaga pendidikan dekat makam minta maaf

Lembaga pendidikan yang berlokasi tak jauh dari makam di mana anak-anak perusak makam belajar, diduga belum memiliki izin.

"Dekat (dengan makam). Sekitar 200 meter dari sini, dekat juga dengan sekolahan itu, depan lampu ketiga itu," ujar Jono.

Adapun Mujair, pimpinan Rumah Khutab Milah Muhammad tempat anak-anak belajar, mengaku sudah meminta maaf. Pihaknya tak pernah mengajarkan perbuatan tak baik tersebut. Ia pun berjanji untuk memperbaiki makam dalam jangka satu minggu.

"Saya meminta maaf kepada warga, saya tidak mengajarkan tindakan tersebut kepada murid-murid saya. Mungkin saya kurang mengawasi murid-murid saya pada waktu jam istirahat," kata Mujair.

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru