Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Mengejutkan! KTP dan Uang Indonesia Ditemukan di Markas ISIS Yaman

- Senin, 31 Agustus 2020 09:04 WIB
1.478 view
Mengejutkan! KTP dan Uang Indonesia Ditemukan di Markas ISIS Yaman
Temuan KTP Indonesia dan uang rupiah saat penggerebekan markas ISIS oleh milisi Houthi di Yaman. (Kredit Foto : Twitter/@Natsecjeff)

YAMAN, Pesisirnews.com - Ketika milisi Houthi melakukan penggerebekan di markas ISIS di Al-Bayda, Yaman, mereka menemukan beberapa benda yang cukup mengejutkan.

Benda-benda itu diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia dan sejumlah pecahan uang rupiah bernilai Rp 10.000, Rp 5.000 hingga Rp 2.000 rupiah.

Peristiwa ini terekam dalam video yang kini beredar di media sosial dan memicu tanggapan dari berbagai kalangan.

Baca Juga:

Video tersebut diunggah di akun media sosial Twitter @Natsecjeff. "Rekaman video Houthi dari operasi terakhirnya melawan AQAP dan ISIS di Al-Bayda. #Yaman" tulis akun tersebut.

Dalam video diperlihatkan saat milisi Houthi menggeledah sebuah tempat persembunyian di daerah Al-Bayda, salah satu kota di Yaman.

Baca Juga:

Disamping temuan KTP dan uang rupiah, milisi Houthi menemukan beragam senjata laras panjang dan pendek, peralatan elektronik, laptop, bendera, hingga ratusan peluru

Sedangkan KTP Indonesia menunjukan identitas seorang yang berasal dari Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

[br]

Video tersebut kemudian diposting ulang oleh salah satu warganet @Iqbal_Kholidi. "Militan Houthi menggerebek persembunyian Daesh di Bayda, Yaman. Perhatikan video 0:47-0:55 ditemukan uang rupiah dan KTP indonesia" tulisnya.

Menurut laporan Midle East Monitor, pada Agustus 2020, Houthi mengumumkan bahwa pasukan mereka telah membunuh pimpinan kelompok teroris Daesh di Yaman.

Menurut pernyataan yang dirilis di TV Al-Masirah, gerakan tersebut mengklaim telah melakukan operasi penyergapan di distrik Qifah di provinsi tengah Al-Baydah yang mengakibatkan kematian emir Daesh Abu Al-Walid Al-Adani.

Mereka juga mengumumkan penangkapan pemimpin teroris lainnya, Salem Hassan Al-Saaimi bersama 40 orang lainnya.

Houthi dan pasukan sekutunya di militer telah melancarkan operasinya Al-Baydah setelah menyatakan kemenangan atas Al-Qaeda dan Daesh di provinsi tersebut.

Mereka memaksa para anggota Al-Qaeda yang tersisa melarikan diri ke kota Marib, benteng pasukan yang bertempur atas nama Pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

[br]

Menurut pernyataan juru bicara militer pro-Houthi, Brigjen Yahya Saree, pasukan Houthi telah membunuh, melukai dan menangkap lebih dari 250 orang dan membebaskan wilayah seluas sekitar 1.000 kilometer persegi dari cengkraman ISIS dan Al-Qaeda di provinsi itu.

Sebelumnya juga dilaporkan bahwa pemerintah Yaman yang didukung Saudi membantah klaim yang dibuat oleh Houthi, menganggapnya sebagai "kebohongan".

Dikutip dari Anadolu Agency, sejak tahun 2014, Yaman dirundung konflik dan kekacauan ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk Sanaa.

Krisis memanas pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

Sejak itu, puluhan ribu orang Yaman, termasuk warga sipil, tewas dalam konflik tersebut. PBB mengungkapkan 14 juta warga Yaman terancam mati kelaparan.


Sumber : (suara.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wanita Inggris yang Bergabung dengan ISIS Kehilangan Banding atas Pencabutan Kewarganegaraan
Ditengah Duka Gempa Turki-Suriah, 53 Orang Tewas Diberondong Peluru ISIS di Suriah
Di Bom Turki, Milisi SDF di Suriah Ancam Kobarkan Perang Besar Melawan Turki
BMKG: Gelombang 1,25 hingga 2,5 Meter Berpeluang Terjadi, Masyarakat Pesisir Diminta Waspada
Pelabuhan Minyak Qena di Yaman Nyaris Jadi Lautan Api oleh Serangan Drone Houthi
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pasar Khawatir Terjadinya Resesi Global
komentar
beritaTerbaru