Umar datang ke perempatan lampu merah Pangkalan Kerinci seorang diri, begitu sampai di lokasi dirinya langsung menyarungkan spanduk ke tubuhnya, yang tertulis "Rakyat Menggugat dan Rakyat Berhak Menikmati Udara Bersih".
"Ini aksi pribadi saya, tidak ada ditunggangi pihak manapun, tidak ada kepentingan proyek di perusahaan. Yang jelas saya mempertanyakan apakah bau busuk ini, mengotori udara atau limbah ini tercium manusia, apakah berdampak berbahaya," ungkap Umar pada aksi solonya di perempatan lampu merah .
Lanjut Umar, aksi yang dilakukannya ingin meminta pihak Perusahaan yang di duga sumber bau busuk itu, bertanggung jawab dan memberikan penjelasan kepada masyarakat kondisi bau tersebut.
"Kita hanya meminta Perusahaan memberikan penjelasan sebenarnya, ilmiah nya, jika perlu di pasang alat pengukur udara dan cemaran udara yang berada di Pangkalan Kerinci," pinta Umar.
Aksi Solo Umar itu sempat mendapat perhatian sejumlah pengguna lalu lintas yang lewat, bahkan banyak yang mengambil momen photo pemandangan aksi solo yang terlihat unik dan berani tampil ini.
Berselang 1 jam aksi tersebut, terlihat puluhan petugas kepolisian dari Polres Pelalawan datang ke lokasi lampu merah tersebut dan beberapa anggota kepolisian melakukan dialog dengan Umar, dan aksi itu berakhir dengan aman dan damai.(David)