Jumat, 19 Juni 2026 WIB

KH Nur: Kiai Ma ruf Benar-benar Kehilangan Rais Aam,Capres dan Cawapres Bicara soal Keumatan

Haikal - Kamis, 15 November 2018 11:59 WIB
448 view
KH Nur: Kiai Ma ruf Benar-benar Kehilangan Rais Aam,Capres dan Cawapres Bicara soal Keumatan

Pesisirnews.com,SURABAYA - Protes keluarga besar disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI), bisa dipahami. Menurut KH Nur Maymoun, apa yang disampaikan Kiai Ma'ruf soal 'budek dan buta' untuk membela Presiden Jokowi sudah di luar kelaziman.

"Apalagi kalau kemudian diseret ke 'ṣummum, bukmun, 'umyun', firman Allah dalam surat Alquran, sangat jauh dan tidak benar. Ayat itu berbicara soal murtad, bukan urusan kinerja seorang pemimpin. Saya yakin Kiai Ma'ruf tahu itu, tetapi, oleh Allah sedang ditutup semua, sehingga benar-benar hilang status Rais Aam," demikian Kiai Nur orang dekat Gus Dur di Sumenep, Madura kepada duta.co, Rabu (14/11/2018).

Masih menurut Kiai Nur, politik memang kadang membuat orang tertutup dengan kebenaran. Karena paradigma politik itu, menang dan kalah, bukan benar dan salah. "Akhirnya ayat Alquran juga dipakai untuk membenarkan tindakan, ini sangat berbahaya," tegasnya.

Baca Juga:

Pengasuh Pesantren (Yayasan) Miftahul Ulum ini, berharap Capres-Cawapres bicara soal keummatan, tidak menjustifikasi dengan agama. Bagaimana rakyat ini hidup tenang, aman, nyaman. Bagaimana lapangan kerja tersedia, sehingga tidak harus menjadi TKI-TKW ke luar negeri.  "Ini mestinya materi kampanye yang baik. Tidak perlu mengolok-olok, apalagi mengatakan budek dan buta," tambahnya.

Seperti diberitakan, keluarga besar PASTI tersinggung dengan Kiai Ma'ruf. "Kami menuntut Cawapres Ma'ruf Amin minta maaf atas sebutan 'buta dan budek'. Ini benar-benar menyakitkan kami," demikian undangan yang masuk ke duta.co, atas nama Arif, Ketua PASTI Rabu (14/11/2018).

Baca Juga:

Menurut Arif, keluarga besar PASTI menyesal sekali dengan ucapan yang dilontarkan seorang Calon Wakil Presiden nomor urut 01. "Sikap kritis orang pinter terhadap Pemerintahan Jokowi sering kami dengar, kami bukan berarti mereka buta dan budek. Kami memang lahir sudah buta. Tapi kami tak buta hati dan tak buta politik. Kami merasakan kehidupan kami semakin terpuruk sejak Jokowi  jadi presiden. Kami ingin insan press ikut meliput acara kami, yang berlangsung pukul 11.00-12.00 WIB," jelas Arif. (duta.co)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Kuasa Hukum Ketua DPRD Soppeng Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan ASN
Kapolda Riau Tekankan Komitmen Penegakan Hukum Berintegritas Sikat Mafia Hutan
Wujudkan Wisata Aman dan Nyaman: Program 'Lapor Aman Kota Tua' Resmi Disosialisasikan Pada Masyarakat
Oknum yang terlibat didalam Kawasan Hutan TNTN Penegakan Hukum Tetap Dilaksanakan
Kuasa Hukum H. Masrul: BPN Pekanbaru Harus Bertanggung Jawab atas Dugaan Terbitnya Sertifikat di Tanah Sengketa
komentar
beritaTerbaru