Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Cucu Kiai Bisri Syansuri: makam tidak usah dikeramat-keramatkan secara berlebih-lebihan

Haikal - Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB
737 view
Cucu Kiai Bisri Syansuri:  makam tidak usah dikeramat-keramatkan secara berlebih-lebihan
ULAMA- KH Bisri Syansuri. Foto : Istimewa

Pesisirnews.com -Cucu dari Kiai Bisri Syansuri, Mochammad Sa'dun Masyhur menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan makam sang kakek dilangkahi oleh Cawapres Sandiaga Uno.

Hal itu diucapkan oleh Sa'dun dalam menanggapi video yang sedang viral di media sosial Twitter, yang menampilkan Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno yang melangkahi makam Kiai Bisri Syansuri saat berziarah di Jombang, Jawa Timur.

Menurutnya, makam tidak usah dikeramat-keramatkan secara berlebih-lebihan.

Baca Juga:

"Jadi, saya Mochammad Sa'dun Masyhur, cucu mbah Bisri Syansuri dari Tayu Wetan, Pati menyatakan berita melangkahi makam itu biasa sajalah. Kalau hanya melangkahi secara tidak sengaja ya nggak masalah juga. Yang gak boleh kalau disembah-sembah," tegas Sa'dun dalam keterangannya melalui pesan singkat kepada INDOPOS, Senin (12/11/2018) malam.

Selain itu, lanjut Sa'dun, kalau orang dengan pongah sengaja menginjak - injak makam sebagai penghinaan itu yang juga harus dipermasalahkan. "Atas dasar itu, yang dilakukan Sandi kan tidak sengaja melangkahi. Jadi tidak perlu over acting dibesar-besarkan beritanya," tandasnya.

Baca Juga:

Dihimpun dari NU Online dan sumber lain, Senin (12/11/2018), Kiai Bisri merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Kiai yang lahir di Tayu, Jawa Tengah, pada 18 September 1886 itu merupakan keturunan dari Kiai Khalil Lasem, Kiai Ma'sum dan Kiai Baidawi dari Tayu.

Kiai Bisri belajar ilmu agama sejak kecil. Kiai Soleh dan Kiai Abd Salam dari Tayu, Kiai Kholil Kasingan Rembang, Kiai Syu'aib Sarang Lasem, hingga Kiai Kholil Bangkalan pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu, sebelum akhirnya mengenyam pendidikan pondok pesantren di Tebuireng.

Di Tebuireng, Kiai Bisri belajar ilmu agama kepada Kiai Hasyim Asy'ari. Bersama kawan karibnya--yang kemudian menjadi kakak ipar--Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Bisri belajar di Tebuireng selama enam tahun. Dia dan Kiai Wahab kemudian bersama-sama menyebarkan agama Islam melalui partai maupun lembaga keagamaan.

Usai menuntut ilmu di Tebuireng, Kiai Bisri dikenal menonjol dalam penguasaan ilmu agama, terutama dalam pendalaman pokok-pokok hukum fiqih. Kiai Bisri kemudian melanjutkan pendidikannya ke Makkah bersama Kiai Wahab.

Di Makkah, Kiai Bisri menikah dengan adik Kiai Wahab, Nur Khodijah. Pasca menikah, Kiai Bisri kemudian pulang ke Indonesia dan menetap di Tambak Beras, Jombang hingga dikarunia sembilan orang anak, salah satunya Sholihah yang kemudian menikah dengan Kiai Wahid Hasyim, ayah dari mantan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (indopos)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu
Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Monitoring Langsung Pertumbuhan Jagung Usia 8 Minggu
Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu  Berat Kotor 5,19 Gram.
Pengungkapan Kasus Pengeroyokan,2 Pemuda Diringkus Polisi
Satlantas Polres Inhil Laksanakan Strong Point Pagi, Jaga Kamseltibcarlantas Jelang Operasi Ketupat
komentar
beritaTerbaru