Selasa, 01 September 2026 WIB

KPI: Tom & Jerry dan Little Krisna Tak Layak Tonton

- Selasa, 23 September 2014 18:20 WIB
373 view
KPI: Tom & Jerry dan Little Krisna Tak Layak Tonton
Ilustrasi tayangan kartun berbahaya bagi perkembangan mental anak. (Foto: kpi.go.id)
JAKARTA, PESISIRNEWS.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah melakukan pemantauan dan kajian secara intensif terhadap tayangan kartun yang disiarkan stasiun televisi di Indonesia, KPI memutuskan terdapat lima tayangan kartun berbahaya dan tidak layak ditonton anak-anak, seperti disampaikan KPI dalam siaran pers yang terbit pada Senin (22/9) di Jakarta. 

Tiga tayangan kartun yang termasuk dalam kategori BERBAHAYA (lampu merah):

    Bima Sakti – ANTV
    Little Krisna – ANTV
    Tom & Jerry –  yang tayang di tiga stasiun TV: ANTV, RCTI, dan Global TV

Sedangkan dua tayangan kartun yang masuk dalam kategori HATI-HATI (lampu kuning):

    Crayon Sinchan – RCTI
    Spongebob Squarepants – Global TV

Tayangan tersebut penuh dengan muatan-muatan yang berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak, yaitu:

    Kekerasan fisik (mencekik, menonjok, menjambak, menendang, menusuk dan memukul)
    Kekerasan terhadap hewan
    Penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai seperti pisau, balok, dan benda-benda lainnya
    Kata-kata kasar
    Adegan-adegan berbahaya
    Perilaku yang tidak pantas seperti membuka celana dan memperlihatkan ke teman-teman dan merusak benda-benda
    Sifat-sifat negatif (emosional, serakah, pelit, rakus, dendam, iri, malas, dan jahil)
    Muatan porno
    Unsur-unsur mistis

Bahkan program kartun–yang berisi kekerasan yang eksplisit dan masif tersebut, ada yang ditayangkan setiap hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Hal ini tentu saja akan mendorong daya imitasi yang mempengaruhi sikap, pola pikir dan kepribadian anak-anak Indonesia. Maka, KPI menghimbau anak-anak dan orang tua agar selektif dalam memilih tayangan anak dan kartun, dan untuk lima tayangan di atas, agar orangtua melarang anak-anaknya menonton.

Dalam memberikan penilaian terhadap tayangan kartun, KPI telah meminta pandangan dari para pakar dan pemerhati anak yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, yaitu Seto Mulyadi (Komnas Anak), B. Guntarto (Yayasan Pengembangan Media Anak/YPMA), Elly Risman (Yayasan Kita dan Buah Hati), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), perwakilan Deputi Perlindungan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Muslimat NU.

Para pakar dan pemerhati anak sepakat bahwa tayangan anak dan kartun di Indonesia telah melampaui batas kewajaran. Mereka sangat prihatin atas maraknya muatan-muatan dalam tayangan kartun, mengingat anak-anak belum memiliki daya filter yang baik terhadap apa yang dilihat dan didengarnya dari televisi.

Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, KPI dengan tegas telah menjatuhkan sanksi administratif kepada stasiun TV yang menyiarkannya, dan menginstruksikan stasiun TV untuk menghilangkan muatan-muatan kekerasan dan adegan berbahaya serta tidak pantas ditiru oleh anak-anak.

Dalam kesempatan yang sama, KPI juga memberikan apresiasi terhadap tujuh program anak dan kartun yang menginspirasi dan kaya muatan edukasi, yaitu :

    Dora The Explorer – Global TV
    Adit Sopo Jarwo – MNC TV
    Laptop Si Unyil – Trans 7
    Curious George – ANTV
    Thomas and Friends – Global TV
    Unyil Keliling Dunia – Trans 7
    Disney Junior – MNC TV

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Kekerasan
Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah
Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah
Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah
Peduli Akan Pendidikan, Pj Bupati Inhil Herman Menggelar Pertemuan Dengan Guru Di Kecamatan Kempas
Studi: Wanita Berpendidikan dan Mapan Makin Enggan Terikat Pernikahan
komentar
beritaTerbaru