Selasa, 01 September 2026 WIB

PBNU Minta Kemenag Cabut Peredaran Buku MTs Berbau SARA

- Kamis, 18 September 2014 08:37 WIB
240 view
PBNU Minta Kemenag Cabut Peredaran Buku MTs Berbau SARA
Sampul buku Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII MTs terbitan Kemenag 2014. (Foto: nu.or.id)
JAKARTA, PESISIRNEWS.com  - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) minta Kementerian Agama mencabut peredaran buku SKI kelas VII MTs Kurikulum 2013 karena menyebutkan makam wali sebagai contoh dari berhala masa kini, yang tidak sesuai dengan ajaran warga NU.
 
Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ menilai Kemenag ceroboh atas peredaran buku tersebut, tim penulis buku dari Ditjen Pendis Kemenag RI secara langsung menciptakan konflik terbuka di tengah keharmonisan umat beragama.
 
"Yang paling mendesak buku itu harus dicabut dari peredaran dulu," kata Abdul Mun’im DZ kepada NU Online di kantor PBNU Jakarta Pusat, Selasa (16/9) sore menanggapi peredaran buku Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII MTs terbitan Kemenag 2014.
 
Menurut Mun’im, Kemenag seharusnya mengutamakan pelayanan pendidikan untuk umat banyak, bukan sibuk berurusan dengan proyek-proyek singkat dengan mengabaikan ketelitian yang berdampak pada lolosnya konten-konten kurikulum yang membuat ketegangan di tengah masyarakat.
 
“Orang Kemenag terlalu sibuk mengurusi proyek. Sehingga, muatan materi yang menggangu keharmonisan umat beragama bisa lolos cetak. Ini keteledoran Menteri Agama. Mereka mengkhianati amanah dan mandat yang diberikan rakyat untuk menjaga ketertiban dan kerukunan kehidupan umat beragama,” tegas Abdul Mun’im.
 
H Mun’im juga mengingatkan, Kemenag tidak boleh dipakai untuk kepentingan segelintir umat Islam. 
“Kemenag institusi negara. ia harus bekerja dalam rangka menciptakan kerukunan dan keharmonisan umat beragama,” terang Mun’im. (nu.or.id)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Kekerasan
Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah
Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah
Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah
Peduli Akan Pendidikan, Pj Bupati Inhil Herman Menggelar Pertemuan Dengan Guru Di Kecamatan Kempas
Studi: Wanita Berpendidikan dan Mapan Makin Enggan Terikat Pernikahan
komentar
beritaTerbaru