Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

Pj Wako Harapkan Sekolah Di Dumai Bentuk PIK

- Senin, 30 November 2015 16:37 WIB
609 view
Pj Wako Harapkan Sekolah Di Dumai Bentuk PIK
dika
Pj Wako Arlizman saat membuka Jambore PIK
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Penjabat (Pj) Walikota Dumai, Arlizman Agus mengatakan sebagian besar penghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) adalah pelaku narkoba dan seks bebas. Dari Dumai sendiri, katanya, ada 6 orang yang terpaksa dipasung akibat narkoba dan seks bebas itu.

Hal itu diungkapkan Pj Walikota Dumai pada pembukaan Jambore Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Mahasiswa tingkat Kota Dumai tahun 2015 yang berlangsug di hotel Granz Zuri Dumai, Senin (30/11/2015).

“ Permasalahan remaja merupakan masalah yang sangat komplek. Khususnya masalah seksual, narkoba, HIV dan AIDS. Prilaku seks bebas berdampak hamil diluar nikah dan putus sekolah sehingga masa depan menjadi suram. Sebagian besar penghuni rumah sakit jiwa di Pekanbaru adalah pelaku narkoba dan seks bebas. Dari Dumai ada 6 orang yang terpaksa dipasung akibat kasus narkoba dan seks bebas ini,” tegas Pj Walikota Dumai.

Untuk itu, kata Pj wako, ini merupakan tugas semua pihak sehingga remaja ini terhindar dari seks bebas, nakoba, HIV dan AIDS. Dia berharap masing-masing sekolah untuk membentuk PIK. Dan begitu juga remaja masjid, remaja wihara, remaja di gereja atau rumah ibadah agama lainnya untuk segera membentuk PIK tersebut.

“ Karna yang paling ampuh mencegah ini adalah kekuatan agama. Tak satupun agama di dunia ini yang membolehkan dan sangat tegas melarang seks bebas dan narkoba itu. Apalagi dalam perundang-undangan kita jelas melarang narkoba ini,” ujar Arlizman Agus.

Ia juga berharap semoga ini bisa dicegah terutama bagi guru yang membidangi ini. Kalau anak-anak sudah terjangkit seks bebas dan narkoba akan suram masa depannya.

“ Mari kita lakukan perlakuan positif untuk menghindari hal itu. Saya yakin bisa, karena Dumai adalah PIK terbaik di tingkat Nasional yang pernah mewakili Provinsi Riau beberapa waktu yang lalu,” sebutnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak Kota (KBPPPA) Dumai, Kadarisan Arif mengatakan, jumlah penduduk Indonesia 27,6 adalah usia remaja. Dan permasalahan kesehatan reproduksi remaja, narkoba, HIV AIDS dan seks remaja kerap terjadi. Maka Pemerintah mengadakan suatu program untuk menyongsong kehidupan keharmonisan keluarga lebih baik dan berkualitas.

“ Pelaksanaan PIK ini penting guna meningkatkan kreativitas remaja atau mahasiswa, meningkat pengetahuan remaja tentang dampak seks bebas, bahaya narkoba dan HIV dan AIDS,” sebutnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari mulai hari Senin (30/11/2015) di hotel Grand Zuri dan hari Selasa (1/12/2015) di halaman Kodim Dumai.

Materi diisi narasumber dari Provinsi Riau, Polres Dumai, Kodim Dumai dan Dinkes Dumai. Dengan peserta siswa-siswi SMA yang ada di Dumai. (dcp)


Cari berita terkait lainnya, Silahkan Klik DISINI / DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya
Polres Inhil Hadir Layani Masyarakat, Sat Lantas Amankan Kepulangan Anak Sekolah di Tembilahan
Bupati Herman Lantik 44 Kepala Sekolah, Perkuat Mutu Pendidikan di Inhil
Pemkab. Inhil Bantah Tuduhan Tutup Mata terhadap Pungli di Sekolah
Di Indramayu Ratusan Anak Ajukan Nikah Dini, Rata Rata Anak Putus Sekolah, Karena Hamil Duluan!
Butuh Jembatan, Pelajar SD di Enok Hanyut dan Tewas Bertepatan Hari Pendidikan Nasional
komentar
beritaTerbaru