Senin, 15 Juni 2026 WIB

Pertunjukan Sirkus' Mayweather Senilai Rp130 Miliar

- Rabu, 02 Januari 2019 12:26 WIB
724 view
Pertunjukan Sirkus' Mayweather Senilai Rp130 Miliar

Jakarta - Mayweather vs Tenshin Nasukawa dinilai mengecewakan. Duel 140 detik itu sama sekali tak menunjukkan nilai sportivitas & olahraga. Mayweather terlalu digdaya.

Mantan juara dunia tinju lintaskelas, Mayweather, berhadapan dengan juara MMA dan juga atlet kickboxing asal Jepang, Nasukawa, pada malam tahun baru. Mereka bertarung dalam sebuah laga eksebisi dengan aturan tinju. (REUTERS/Issei Kato)

Baca Juga:


Baca Juga:


Dinanti-nantikan, duel itu ternyata berlangsung sangat singkat. (Toshifumi KITAMURA / AFP)

Tenshin Nasukawa jatuh tiga kali di ronde pertama, untuk kemudian kubunya melempar handuk ke dalam ring. (REUTERS/Issei Kato)

Petarung berusia 20 tahun itu sempat melepaskan banyak pukulan ke arah Mayweather. Namun tak itu tak memberi pengaruh apapun. (REUTERS/Issei Kato)

Dikutip dari Marca, pertarungan itu tertunda tiga jam lantaran Mayweather ikut pesta tahun baru di tempat lain. (REUTERS/Issei Kato)

Saat naik ring, Mayweather juga tak menunjukkan hormat pada lawannya. Dia mengolok-olok sang lawan dengan bahasa tubuhnya. (Toshifumi KITAMURA / AFP)

Mayweather juga tak terlihat bersungguh-sungguh di atas ring. (Toshifumi KITAMURA / AFP)

Usai memukul jatuh sang lawan dia menyeringai lebar. (2015 RIZIN FF)

Atas pertarungan berdurasi sekitar 140 detik ini Mayweather dapat bayaran USD 9 juta atau setara dengan Rp130 miliar. (REUTERS/Issei Kato)

Sumber
: Detiksport
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Inhil Pimpin Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Pada Dua Personil Polri
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Kapolri Flag Off Riau Bhayangkara Run 2025
Sambangi Ponpes Ustaz Abdul Somad, Kapolri Sampaikan Pesan Bersatu dalam Keberagaman
Berkah Ramadhan, Keluarga Besar TNI dan Polri di Tembilahan Bagikan Takjil Gratis
Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat
komentar
beritaTerbaru