MINAHASA SELATAN - BS alias Ben (59), warga Kecamatan
Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengaku menemukan
harta karun peninggalan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno.
Dia mengaku menemukan dua jenis emas batangan berwarna kuning dan putih
dengan total berat 3,8 ton.
Harta karun tersebut ditemukan di
Desa Poigar, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel),
Senin (3/4/2017). Untuk jenis emas kuning berjumlah 1.180 batang
dengan berat 1,8 per kilogram (kg). Adapun jenis emas batangan putih
balok berjumlah 2.120 batang dengan berat 2,2 per kg.

"Sebelumnya
dikerahkan tim doa untuk memperjelas lokasi emas beberapa pekan lalu,
namun mentah. Baru kemarin, akhirnya kami menemukan lokasi jelasnya dan
menggalinya," ujar Ben yang meminta namanya dirahasiakan, Selasa
(4/4/2017).
Dia membeberkan, dari dokumen yang ditemukan di salah
satu kotak emas, tertulis semua emas adalah milik negara. Ditanyakan
keaslian emas-emas tersebut, Ben menyebut sejumlah tes keaslian telah
dilakukan. Bahkan, penemuan tersebut telah disampaikan ke Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Minsel.
Sementara itu, Hukum Tua (Kumtua)
Poigar I Alexander Tumundo mengaku, telah melihat secara langsung emas
batangan tersebut. "Keaslian sulit terbantahkan. Memang banyak yang
tidak percaya ini asli atau palsu, tapi datang sendiri ke sini dan
saksikan. Karena saya telah menyaksikan langsung," jelasnya.
Dia
mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan
kepolisian untuk menjaga penemuan tersebut. "Informasi masih ada juga
beberapa tempat emas yang belum ditemukan di desa ini," pungkasnya.
Terpisah,
Polres Minsel dimintai konfirmasi lewat Kepala Bagian (Kabag) Hubungan
Masyarakat (Humas) Nikson Liando mengaku belum memonitor penemuan itu.
"Kami di humas belum mendapatkan laporan terkait temuan itu," jelasnya.(sindonews.com)